Warga Tercengang! IRT Tega Habisi Nyawa Penagih Utang di Sukabumi

Warga sekitar memenuhi TKP saat Polres Sukabumi Kota lakukan rekonstruksi terbunuhnya penagih hutang di tangan IRT.
Warga sekitar memenuhi TKP saat Polres Sukabumi Kota lakukan rekonstruksi terbunuhnya penagih hutang di tangan IRT. (Foto: Riki Achmad/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga sekitar tak menyangka jika PS (28), ibu rumah tangga di Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, melakukan pembunuhan terhadap wanita berinisial RS (37) yang merupakan penagih utang keliling.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 13 November 2023, dimana PS dan RS sempat terjadi adu mulut hingga kontak fisik. Kemudian, PS menikam RS menggunakan besi hingga Korban tak sadarkan diri, dan lalu meninggal.

Dalam pantauan Jabar Ekspres pada Rabu, 20 Desember 2023, pihak kepolisian Polres Sukabumi Kota melakukan rekonstruksi peristiwa yang menewaskan RS di kediaman PS yang beralamat di Jalan Lio Santa, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Baca Juga:Pangandaran Jadi Tuan Rumah Anniversary Gabungan HPCI Chapter Kuningan, Ciamis, Banjar Patroman, dan PangandaranSelama Sebulan, Polresta Bandung Amankan 9 Pelaku Curanmor dan 29 Kendaraan

Dalam sela-sela rekontruksi, Rio prayoga (33) yang merupakan warga setempat diwawancarai oleh Jabar Ekspres. Dia mengaku, tak menyangka jika PS tega melakukan aksi tersebut.

“Kaget gak nyangka si ibu teh nya, Saya tetangga tapi beda RT,” ujarnya pada Jabar Ekspres.

Dirinya memaparkan, PS merupakan sosok ibu rumah tangga yang baik pada dirinya. Tak jarang Rio pun selalu ditawari makan oleh pelaku.

“Saya deket sama suaminya, suka kirim kripik ke Bogor. Keseharian si ibu sebagai ibu rumah tangga, upami (kalo) ada rezeki suka ngundang makan ke saya. Ya, saya juga engga tau dia punya hutang (pinjam) ke kosipa (bak keliling/ koperasi),” tegasnya.

Terlihat oleh Jabar Ekspres, saat proses rekonstruksi di rumah pelaku, warga sekitar turut memadati TKP untuk melihat bagaimana proses rekonstruksi berjalan.

Rumah kediaman PS merupakan TKP pertama, kemudian RS yang dibalut dengan kasur dibuang ke Sungai Cipelang. (Mg9)

0 Komentar