JABAR EKSPRES – Perempuan semakin mendapat ruang dalam penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 51 persen penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat diberikan kepada wirausaha perempuan.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan yang inklusif sekaligus mendorong pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya.
“Keberhasilan kebijakan pembiayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa efektif pembiayaan tersebut mampu membuat UMKM tumbuh, semakin Tangguh, dan naik ke Tingkat pengembangan yang lebih tinggo,” ujar Maman dikutip dari ANTRARA, Selasa (8/9).
Baca Juga:BPBD Tasikmalaya Sudah Distribusikan 523.000 Liter Air Bersih ke 28 KecamatanDari BBL ke Lobster Konsumsi, KKP Buka Peluang Usaha Budi Daya Berbasis Tiga Tahap
Hingga 24 Agustus 2026, total penyaluran KUR telah mencapai Rp201 triliun kepada 3,1 juta debitur. Lebih dari separuh penyaluran tersebut diterima oleh pelaku usaha perempuan.
Maman menyampaikan capaian itu dalam Pertemuan Tingkat Menteri UMKM APEC atau 32nd APEC SME Ministerial Meeting di Guangzhou, China, Jumat. Dalam forum tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat pembiayaan UMKM agar semakin inklusif, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan akses permodalan.
Menurut Maman, perluasan akses pembiayaan bagi perempuan merupakan bagian dari pembangunan ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran modal, tetapi juga pada peningkatan kapasitas usaha.
Pemerintah, lanjutnya, juga melakukan transformasi terhadap skema Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) untuk membuat pembiayaan bagi perempuan semakin terjangkau. Tingkat pembiayaan Mekaar ditargetkan turun dari sekitar 20–25 persen menjadi 8 persen mulai tahun ini.
Selain memperluas akses pembiayaan bagi perempuan, pemerintah juga mendorong agar KUR semakin banyak mengalir ke sektor-sektor produktif.
Pada 2025, penyaluran KUR mencapai Rp286 triliun kepada 4,5 juta UMKM. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, porsi penyaluran KUR ke sektor produktif mencapai 60,5 persen.
Pembiayaan tersebut antara lain diarahkan ke sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur yang dinilai memiliki kemampuan lebih besar dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Baca Juga:Sertifikasi Jadi Kunci Koperasi Indonesia Tembus Pasar EksporImplementasi Teknologi Tepat Guna ITB Atasi Persoalan Sampah di Bandung
Maman mengatakan pemerintah akan terus mengarahkan pembiayaan kepada kegiatan produktif agar UMKM tidak berhenti pada tahap bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.
