Cuaca Ekstrem, Kematian Ikan di Waduk Saguling Akibat Fenomena Upwelling

Cuaca Ekstrem, Kematian Ikan di Waduk Saguling Akibat Fenomena Upwelling
Ilustrasi Kasus kematian massal ikan Keramba Jaring Apung (KJA) perairan Waduk Saguling akibat fenomena upwelling.
0 Komentar

Sementara itu salah seorang pembudidaya ikan di perairan Waduk Saguling, Blok Bongas, Kecamatan Cililin, KBB, Mamad (55 tahun) menyebutkan, ikan hasil budiyanya banyak yang mati akibat cuaca ekstrem. Kondisi itu terjadi sejak pekan lalu usai terjadi banjir bandang.

“Ikan-ikan pada mabok, mati mendadak, tiap hari ada ikan mati. Hari ini saja, punya saya sudah ada 14 kilogram yang mati,” tuturnya.

Kondisi itu tidak hanya dirasakan olehnya tapi juga oleh puluhan nelayan keramba jaring apung (KJA) di perairan Waduk Saguling, Blok Bongas lainnya. Sebagai ikan-ikan itu dibiarkan hingga membusuk, sedangkan nelayan yang tidak mau rugi, terpaksa melakukan panen dini dan menjual ikan dengan murah.

Baca Juga:Peredaran Rokok Ilegal Melonjak, Minat Beli Masyarakat jadi Faktor PeningkatanSebut Penyidik Kasus Subang Hanya Gunakan Pokok Perkara, Rohman Hidayat Akan Siapkan Replik

“Kalau ikan belum mati, kita tangkap dan dijual daripada mati. Biasanya dijual murah dengan harga Rp20 ribu per 3 kilogram,” sebutnya. (Wit)

0 Komentar