Pembangunan Gedung Rawat Jiwa Intensif RS Jiwa Jabar Bermasalah

Pembangunan Gedung Rawat Jiwa Intensif RS Jiwa Jabar Bermasalah
MENCURIGAKAN : Direktur RS Jiwa Jawa Barat Elly Marliyani (kiri) saat di Gedung Sate, Kamis (30/11) (Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembangunan Gedung Rawat Jiwa Intensif UPTD Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat bermasalah. Proyek di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar pada 2022 itu jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 2022, BPK melaporkan bahwa proyek tersebut molor alias tidak selesai tepat waktu. Pengerjaannya tidak sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Kemudian hasil audit yang dilakukan BPK menemukan bahwa pekerjaan itu belum tuntas sesuai dengan kontrak yang disepakati. Per 31 Desember 2022, PT PJA ternyata belum menuntaskan pekerjaan.

Baca Juga:Ratusan Ibu di Bogor Ikuti Wisuda, Sukses Cegah StuntingUang jadi Motif Utama Kasus Subang, Kuasa Hukum Tersangka Akui Tidak Tahu Pasti

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat, Elly Marliyani tidak keluar sepatah katapun saat dikonfirmasi perihal proyek tersebut. Percakapan langsung disahut Aep S Basyuni, Subag Hukum Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat. “Komunikasi dengan pihak ketiga saja, kami sudah kerja sama dengan pihak ketiga terkait itu,” katanya di halaman Gedung Sate, Kamis, 30 November 2023 lalu.

Selain itu Jabar Ekspres juga sudah melayangkan surat resmi kepada Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat perihal konfirmasi proyek tersebut. Tetapi surat itu juga tidak direspon. (son)

0 Komentar