Akses Utama Tergerus Longsor, Warga Terpaksa Ungsikan Orang Sakit Pakai Tandu

JABAR EKSPRES – Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Cipiring, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memutus akses jalan utama warga setempat.

Masyarakat di dua kampung itu terpaksa harus menempuh jalan hutan untuk menuju ke Pusat Pelayanan Masyarakat. Pasalnya, baik mobil ambulans maupun kendaraan roda dua tidak bisa menjemput lantaran akses terputus.

Mantri Polisi (MP) Kecamatan Rongga, Lili mengatakan, longsor terjadi pada Selasa, 21 November 2023 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Pasca longsor menerjang Kampung Cipiring, warga terpaksa harus mengevakuasi salah satu masyarakat sakit menggunakan tandu yang dibuat dadakan untuk menuju pusat pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: BPBD Sebut Longsor di Kecamatan Rongga Berpotensi Susulan, Perlu Kajian Geologi

“Hari kemarin ada warga yang sakit dan hendak ke Puskesmas. Karena aksesnya tertutup longsor, maka warga dibawa dengan tandu yang dibuat dadakan dari sarung,” ujar Lili saat ditemui di Kantor BPBD Bandung Barat, Jumat, 24 November 2023.

Lili menyampaikan, akses utama warga saat ini terputus usai peristiwa longsor yang terjadi di beberapa titik sepanjang jalan Cipiring. Imbas dari longsor yang terjadi, jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.

“Bahkan jalan kaki aja susah. Masyarakat harus memutar 10 kilometer atau menempuh jalan hutan dengan cara jalan kaki,” ungkap Lili.

Lili mencatat, imbas peristiwa tersebut, sebanyak 156 kepala keluarga atau 468 jiwa terdampak. Selain warga yang kesulitan akses, seluas 7 hektare sawah milik warga juga mengalami kerusakan akibat tergerus longsoran.

BACA JUGA: Perubahan Iklim di Jabar Sebabkan 87 Bencana Hidrometeorologi, Angin Kencang Mendominasi

“Kurang lebih 5 kilometer di beberapa titik. Kurang lebih, 10 titik tidak bisa dilalui oleh roda 2 maupun pejalan kaki. Karena sangat rawan longsor susulan,” kata Lili.

Saat ini sebagian material longsor sudah di evakuasi dengan cara gotong royong masyarakat menggunakan alat seadanya. Namun, beberapa titik belum bisa dievakuasi lantaran material longsor cukup tebal.

“Ada yang tebalnya sampai 3 meter. Memang seharusnya pakai alat berat tapi aksesnya tidak memungkinkan. Rencananya kita evakuasi hari minggu dengan cara gotong royong masyarakat dari dua kampung terdampak,” tandasnya. (Wit)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan