BPBD Sebut Longsor di Kecamatan Rongga Berpotensi Susulan, Perlu Kajian Geologi

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut kejadian tanah longsor di Kampung Citiis, RT 02/11, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, perlu kajian geologi.

Diketahui sebelumnya, bencana longsor yang terjadi pada Selasa 21 November 2023, sedikitnya ada 11 rumah yang terdampak dengan perincian, satu rumah rata dengan tanah, tiga terseret, dan tujuh terancam longsor susulan.

“Kondisi tanahnya memang labil, dan perlu kajian geologi. Berpotensi longsor susulan jika hujan deras turun lagi,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD KBB, Amas Winata saat dihubungi, Kamis, 23 November 2023.

BACA JUGA: Jelang Pemilu, Diskominfotik Pastikan Daerahnya Tak Ada Blank Spot

Ia mengatakan, berdasarkan hasil investigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB, daerah Kampung Citiis memiliki cekungan bukit lahan perhutani. Hal itu berpotensi longsor kembali jika turun hujan deras.

Karena itu, langkah kajian geologi tersebut juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa lokasi longsor itu masih aman mengingat sudah banyak rumah yang terdampak akibat bencana ini.

“Untuk sementara ini, kami menghimbau warga agar lebih berhati-hati, apalagi bila turun hujan terutama saat keluar dari rumah, jadi harus mencari tempat yang lebih aman,” kata Amas.

BACA JUGA: Siap-siap! Pemda Bandung Barat Akan Naikan Tarif PBB

Sebelumnya, tiga rumah di Kampung Citiis RT 02 RW 11, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah tertimbun longsor.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Suheri mengatakan, longsor terjadi akibat dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa 21 November 2023, sekitar pukul 19.00 WIB.

Material tanah dari lereng sekitar 30 derajat ambrol mendobrak dinding dan bagian atap rumah. Tak cuma itu, pergerakan tanah membuat tiang penyangga rumah ikut runtuh. (Wit)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan