JABAR EKSPRES – Keberadaan Food Bank Bandung makin dikenal masyarakat. Semangatnya dalam gerakan penyelamatan pangan itu banyak mendapat respon positif masyarakat. Salah satu buktinya adalah banyaknya volunteer atau relawan yang ingin bergabung dalam kegiatan tersebut.
Co-founder Food Bank Bandung, M. Gumilang Pramuwidyatama menceritakan, setiap bulan pihaknya membuka pendaftaran volunteer. Ia tidak menduga bahwa open volunteer itu cepat direspon masyarakat. “Kami sering cepat sold out, kadang itu tidak sampai 2 jam,” terangnya kepada Jabar Ekspres.
Proses pengolahan makanan di Food Bank Bandung juga bukan sembarangan. Pertama dari suplainya juga dipilah-pilah. Kebanyakan kalau makanan jadi adalah dari hotel berbintang. Food Bank Bandung bahkan jarang menerima makanan dari masyarakat langsung, misalnya mereka-mereka yang usai hajatan.
Baca Juga:Mengenal Food Bank Bandung, Kumpulkan Makanan Berlebih dari Hotel Bintang untuk MasyarakatTim Dance SMAN 20 Kota Bandung Tonjolkan Kekuatan Gen Z di Honda DBL Dance Competition
Jika terpaksa didapati makanan yang kurang layak, makanan itu tentu tidak ikut di distribusikan. Tapi akan disalurkan ke kelompok atau komunitas lain yang biasanya untuk makanan magot.
Dalam mengolah dan memilah makanan, Food Bank Bandung juga banyak berkolaborasi dengan berbagai ahli. Misalnya dari pihak kampus hingga BPOM. Tujuannya agar benar-benar selektif. Setelah dipacking ulang, baru makanan-makanan itu didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan. (son)
