JABAR EKSPRES – Dua bocah yang sama-sama berusia 12 tahun berinisial SZ dan D asal Sampang Madura, nekad naik motor dari Sampang ke Jakarta untuk menemui temannya. Keduanya berkendara tanpa pengaman, hanya mengenakan kaus oblong, celana pendek, sandal jepit dan tidak menggunakan helm.
Melihat penampilan dua bocah sampang yang akan ke Jakarta itu, keduanya mengaku tidak melakukan persiapan sama sekali, meski akan berkendara dalam perjalanan yang cukup jauh.
Bahkan dari tangannya hanya didapati bekal yang dibawa untuk makan selama perjalanan, uang sebesar Rp105 ribu. Uang itupun sebutnya hasil dari pinjam pada temannya Rp100 ribu, sementara uang Rp5 ribu merupakan sisa uang jajan yang diberikan orang tuanya.
Baca Juga:Cara Mendidik Anak Menjadi Sholeh dan Taat BeribadahBantu Palestine Dengan Doa, ini Bacaan Doa Qunut Nazilah yang Sebaiknya Banyak Diamalkan
Mereka mengaku mulai melakukan perjalanan dari Sampang pada Minggu (19/11). Tepatnya sekitar jam 1 siang setelah SZ berhasil membujuk temannya D.
“Saya ngajak teman berangkat siang sekitar pukul satu siang. Ya nggak bawa apa-apa, yang penting berangkat ke Jakarta,” ujar SZ dilansir dari berbagai sumber.
Selama di perjalanan, D mengaku hanya makan mie instan sekali dan beristirahat saat sampai di Tuban, serta menginap tidur disebuah gardu dipinggir jalan. Mereka mengaku mengendarai motor secara bergantian.
Mereka berdua menggunakan Google Map untuk panduan menuju Jakarta, karena keduanya tidak mengetahui rute, dan baru pertama kali keluar kota dari Sampang.
Sejak dari Sampang hingga berhasil melewati wilayah Jawa timur, keduanya aman tidak ketahuan oleh polisi meski tidak menggunakan helm.
Namun saat sampai di Semarang, keduanya melanggar lampu merah dan dikejar oleh polisi. Saat tertangkap, polisi mengaku heran, ternyata keduanya pengendara dari jauh.
Akhirnya Polisi Semarang berkoordinasi dengan Kepolisian Sampang untuk memulangkan dua bocah dibawah umur ini. Dan melakukan pembinaan, mengingat resiko dan bahaya yang mengancam keduanya yang belum cukup umur untuk mengendarai motor apalgi tanpa pengaman sama sekali.
