Sejarah Nakba 1948, Malapetaka Terulang Kembali di Era Modern

Sejarah Nakba 1948, Malapetaka Terulang Kembali di Era Modern
Sumber: Middle East Institute
0 Komentar

Otoritas pendudukan Inggris, mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri mandat mereka di Palestina pada malam 15 Mei 1948. Delapan jam sebelumnya, David Ben-Gurion, yang menjadi perdana menteri pertama Israel, mengumumkan apa yang disebut oleh para pemimpin Zionis sebagai deklarasi kemerdekaan di Tel Aviv. Mandat Inggris berakhir pada tengah malam dan pada tanggal 15 Mei, negara Israel berdiri.

Unit tentara Mesir, Lebanon, Suriah, Yordania, dan Irak menyerbu pada tanggal 15 Mei, perang Arab-Israel diluncurkan dan berlangsung hingga Maret 1949. Pada paruh pertama tahun 1949, setidaknya 750.000 warga Palestina diusir secara paksa atau mengungsi ke luar. Pasukan Zionis telah melakukan sekitar 223 kekejaman pada tahun 1949, termasuk pembantaian, pengeboman rumah, penjarahan, penghancuran harta benda dan seluruh desa.

Sekitar 150.000 orang Palestina tetap tinggal di wilayah Palestina yang menjadi bagian dari negara Israel. Dari 150.000 orang tersebut, sekitar 30.000 hingga 40.000 orang menjadi pengungsi internal.

Baca Juga:Jelang Pemilu 2024, Dewan Partai Nasdem Jabar Minta Pemerintah Tetap Jaga NetralitasAnggaran Pilkada Makin Terang, KPU Jabar dan Pemprov Tandatangani BA Kesepakatan Hibah Rp1,104 Triliun

Seperti 75.000 orang yang mengungsi di luar perbatasan negara baru, Israel melarang warga Palestina yang mengungsi di dalam negeri untuk kembali ke rumah mereka.

Negara Israel memperluas pembersihan etnis secara sistematis, selama bertahun-tahun setelah berdirinya negara Zionis tersebut. Meskipun perjanjian gencatan senjata telah ditandatangani dengan Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon pada tahun 1949, tentara Israel tetap melakukan pembantaian dan kampanye pemindahan paksa terhadap warga Palestina.

Sebagai contoh, pada tahun 1950, sekitar 2.500 penduduk Palestina yang tersisa di Kota Majdal dipaksa masuk ke Jalur Gaza, sekitar 2.000 penduduk Beer el-Sabe diusir ke Tepi Barat, dan sekitar 2.000 penduduk dua desa di bagian utara diusir ke Suriah.

0 Komentar