JABAR EKSPRES – Kecenderungan masyarakat Kota Bandung yang tak menggunakan fasilitas dalam penggunaan transportasi umum, menyebabkan halte yang ada tak berfungsi secara maksimal.
Di sisi lain, kurangnya pemantauan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin memperparah keberadaan halte tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Perhubungan Kota Bandung Panji Kharismadi menuturkan, pihaknya telah menggelontorkan dana senilai Rp180 juta untuk pemeliharaan 21 halte yang ada di Kota Bandung.
Baca Juga:BPBD Kota Cimahi Siaga Hadapi Musim Penghujan, Masyarakat Diimbau WaspadaKPU Jabar Tetapkan 1.849 DCT DPRD, Ada Parpol yang Hanya 32 Orang
“Upaya yang sedang kami lakukan terhadap peningkatan kenyamanan halte adalah dengan melakukan pemeliharaan. Pemeliharaan yang dilakukan baik skala rendah, sedang, dan berat,” ungkapnya.
Skala tersebut diperuntukkan sebagai kategorisasi, terkait penangan halte diberbagai titik. Berdasarkan masalah yang terjadi di fasilitas publik tersebut.
“Untuk pemeliharaan halte skala rendah, kita lakukan secara berkala oleh para pelaksana pemelihara prasarana umum yang kita miliki. Pemeliharaan ini meliputi pembersihan halte dari sampah dan kotoran, pembersihan dari vandalisme,” ucapnya.
“Secara mandiri kami telah melakukan kegiatan penghalauan. Ada yang berhasil dan ada pula yang setelah beberapa lama kembali lagi. Kerja sama yang dilakukan adalah dengan berkoordinasi dengan dinas sosial,” bebernya.
