Update Perang Israel-Hamas: Ribuan Nyawa Sudah Melayang Selama 4 Hari Peperangan

Update Perang Israel-Hamas: Ribuan Nyawa Sudah Melayang Selama 4 Hari Peperangan
Foto yang diambil pada 11 Mei 2021, terlihat asap hitam mengepul ke langit akibat ledakan yang disebabkan serentetan serangan Israel di Kota Younis di Jalur Gaza bagian selatan. (Foto: ANTARA/Yasser Qudih/Xinhua/tm)
0 Komentar

JABAR EKSPRES –Sebuah serangan mendadak oleh kelompok Palestina Hamas minggu lalu telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang mengejutkan di kalangan warga Israel, dengan jumlah korban jiwa yang dilaporkan mencapai sedikitnya 1.200 orang.

Serangan tersebut melibatkan puluhan militan yang berhasil menyusup ke pemukiman-pemukiman dan kota-kota ilegal Israel, seperti yang dilaporkan oleh Lembaga Penyiaran Publik Israel, KAN, pada Rabu, 11 Oktober 2023.

Skala kehancuran dan penderitaan semakin bertambah ketika laporan dari Kementerian Kesehatan Israel, seperti yang disampaikan oleh Times of Israel, mengindikasikan bahwa lebih dari 2.900 warga Israel terluka dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lebih dari 500 orang masih menerima perawatan medis.

Baca Juga:Harga dan Spesifikasi Nokia N73 5G, Smartphone Trendy dengan Harga Murah!Amerika Serikat Mulai Kirimkan Bantuan Senjata Taktis untuk Israel, Gedung Putih: Kami Akan Terus Mendampingi Israel

Kelompok ini mengklaim bahwa serangan mendadak ini merupakan respons langsung terhadap penyerbuan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim terhadap warga Palestina.

Pada tanggal 7 Oktober 2023, Hamas, sebuah organisasi Islamis yang menguasai Jalur Gaza, melancarkan serangan mendadak ke Israel.

Hamas menegaskan bahwa tindakan ini merupakan reaksi langsung terhadap blokade Israel yang terus berlanjut di Gaza dan perluasan permukiman di Tepi Barat.

Pada 8 Oktober 2023, Israel menyatakan perang terhadap Hamas dan memulai kampanye pengeboman di Gaza.

Target mereka termasuk infrastruktur militer dan politik Hamas, serta bangunan tempat tinggal.

0 Komentar