Israel mengklaim bahwa operasinya bertujuan untuk memulihkan daya tangkal dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh Hamas.
Pada 9 Oktober 2023, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan darurat untuk mengatasi krisis yang meningkat tetapi gagal mencapai konsensus tentang resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera.
Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri dan berpendapat bahwa resolusi apa pun juga harus membahas tindakan agresif Hamas.
Baca Juga:Harga dan Spesifikasi Nokia N73 5G, Smartphone Trendy dengan Harga Murah!Amerika Serikat Mulai Kirimkan Bantuan Senjata Taktis untuk Israel, Gedung Putih: Kami Akan Terus Mendampingi Israel
Pada 10 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah meningkat menjadi lebih dari 500 warga Palestina, termasuk banyak anak-anak dan warga sipil.
Pada 11 Oktober 2023, komunitas internasional mengintensifkan upayanya untuk memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Beberapa negara, termasuk Mesir, Qatar, Turki, dan Norwegia, menawarkan diri untuk menjadi penengah di antara kedua faksi yang bertikai.
Namun, baik Israel maupun Hamas tetap bersikukuh, menyatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan permusuhan sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Israel menuntut penghentian tembakan roket dan pembebasan sandera Israel, sementara Hamas bersikeras pada pencabutan blokade Gaza dan penghentian kegiatan pemukiman Israel di Tepi Barat.
