Jatah Pengiriman Sampah ke Sarimukti Habis, Layanan Angkutan Dihentikan

Jatah pengiriman sampah KBB habis, layanan angkutan dihentikan. Selasa (10/10). Foto Jabarekspres
Jatah pengiriman sampah KBB habis, layanan angkutan dihentikan. Selasa (10/10). Foto Jabarekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jatah pembuangan sampah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat dihentikan sementara akibat kouta ritase pengangkutan habis.

Diketahui, pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membatasi kuota pengangkutan sampah dari wilayah Bandung Raya imbas kejadian kebakaran di TPA Sarimukti. Dalam kondisi tersebut, Kabupaten Bandung Barat mendapat kouta 558 ritase.

“Seluruhnya sudah habis, imbasnya layanan pengangkutan sampah di 10 kecamatan dihentikan total,” kata Kepala Sub-Bagian Tata Usaha UPT Kebersihan KBB, Sahria saat dihubungi, Selasa (10/10/2023).

Baca Juga:Jadi DPO, Polisi Sebar Wajah Pelaku Penganiaya yang Tewaskan Rindhi Septiani di Bogor, Ini IdentitasnyaAkui Kekurangan Armada untuk Operasi Pemadaman, Damkar Bandung Barat: Tak Sebanding dengan Luas Wilayah

Ia mengatakan, kouta yang diberikan DLH Jawa Barat belum sepenuhnya bisa menuntaskan persoalan tumpukan sampah di Bandung Barat. Tercatat masih terdapat 800 ton sampah di beberapa wilayah belum terangkut.

“Paling dominan sampah menumpuk di TPS-TPS Pasar, dan saat ini kami masih menunggu arahan dari dinas lingkungan hidup,” katanya.

“Untuk sementara kita optimalkan bank sampah yang ada, seperti di Sukamaju RW 6, Desa Padalarang. Lalu ada juga sebagian masyarakat yang berinisiatif mengelola sampah-sampah secara mandiri,” tambahnya.

Ia menambahkan, pasca dihentikan pengiriman sampah ke zona darurat TPA Sarimukti, sampah yang belum terangkut ini mulai menggunung dan membusuk sehingga memicu tumbuh kembang lalat atau belatung.

“Semua dihentikan, dan sampah mulai banyak lagi. Sementara kami masih menunggu kebijakan dari DLH,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemda Bandung Barat saat ini tengah mempersiapkan langkah antisipasi pasca dihentikan pengiriman sampah ke zona darurat TPA Sarimukti. Salah satunya yakni dengan menggandeng konsorsium asal kanada untuk pengelolaan sampah yang masih menjadi masalah.

Perusahaan-perusahaan tersebut akan membuat industri pengolahan sampah menjadi energi biogas dan listrik.

Baca Juga:Lakukan Audiensi dengan Warga Cijeruk, Ketua DPRD Rudy Susmanto akan Panggil PT BSSSoroti Kawasan Kumuh, Pemkot Cimahi Sebut Persoalan Cukup Sulit Bila Andalkan Pemda

“Tapi kita juga sekarang sedang menunggu jawaban, kita akan sewa lahan di daerah Sarimukti, dan juga ke depannya kita membuat MoU dengan Inkaso dari Kanada untuk pengolahan sampah,” kata Kepala DLH Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Aji beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan penjajakan kerja sama itu bakal ditindaklanjuti dengan survei kesiapan lahan. Pasalnya, investasi penanganan sampah itu membutuhkan tanah sedikitnya 10 hektar.

Konsorsium asal Kanada tersebut diperkirakan akan datang ke Bandung Barat bulan ini untuk melihat kesiapan. Setelah dilakukan survey lahan, baru akan ada kebijakan selanjutnya antara kedua belah pihak.

0 Komentar