Kasus Kekerasan Seksual Mencuat, Paralegal Depok Kritisi Peran Pemerintah

JABAR EKSPRES – Kasus kekerasan seksual kembali terjadi di Kota Depok, sehingga kerap menjadi perhatian publik. Ironisnya, para korban rata-rata adalah anak di bawah umur.

Pendiri Paralegal Depok, Sahat Farida Berlian pun turut berkomentar, aktivis yang cukup fokus pada isu kekerasan terhadap perempuan dan anak itu mengaku sangat prihatin, terlebih dengan adanya rentetan kasus yang dialami sejumlah anak di Kota Depok.

BACA JUGA: Anak 12 Tahun di Depok Tewas Setelah Alat Vitalnya Diremas

Saat ini, dia menyoroti kasus bocah laki-laki yang tewas setelah kemaluannya diduga diremas oleh pria tua berinisial N alias Engkong (70).

“Yang pertama itu hal yang sangat memprihatinkan, menyayat hati, membuat luka. Disinilah pentingnya peningkatan awarness dari kita semua, masyarakat khususnya,” kata Sahat, Sabtu (30/9).

Namun menurutnya, peran tanggung jawab pemerintah kota pun sangat besar. Ia menjelaskan, secara umum, ada bagian pekerjaan dari pemkot atas perihal tersebut.

Dia mengatakan, yang pertama harus dilakukan pemerintah daerah adalah upaya promotif agar tidak terjadi lagi kekerasan seksual menimpa siapapun.

“Terus kita punya yang namanya UPTD terkait penanganan perempuan dan anak. Nah UPTD ini punya peran yang sangat besar dan harus memberikan konsen atas masalah seperti ini,” ujarnya.

“Karena kalau aku ikutin forum-forum lokal Jabodetabek, Depok itu tidak terlalu mendapatkan apresiasi yang baik, untuk kerja-kerja dalam isu kekerasan perempuan dan anak,” sambungnya.

Dia mencontohkan, dalam hal pelayanan terhadap korban.

“Oke informasinya ada hotline. Pertanyaan lanjutannya? Penanganannya seperti apa? Karena aku melihat Depok ini tidak jemput bola, beda sama wilayah-wilayah lain,” kata dia.

Menurutnya, di Depok kecenderungannya adalah korban suruh datang ke kantor dan di saat jam kantor.

Padahal, sebenarnya ada mekanisme pelibatan stakeholder yang lain, misalkan petugas pendamping sosial, termasuk pendamping kesehatan.

“Jadi nggak sendirian kerjanya UPTD, kayak gitu sih kira-kira,” kata Sahat

Sementara, kasus kejahatan yang menimpa sejumlah anak di Depok telah berada pada level darurat. Ia lantas menyinggung pula soal kasus cabul yang dialami oleh siswi SMP belum lama ini.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan