JABAR EKSPRES – Dalam pidato baru-baru ini di hadapan Majelis Umum PBB, perwakilan Korea Utara menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan secara berbahaya mendorong semenanjung Korea lebih dekat ke jurang perang nuklir.
Utusan tersebut menekankan bahwa situasi ini membuat Korea Utara tidak memiliki pilihan lain selain mengintensifkan upayanya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri.
“Tahun 2023 tercatat sebagai tahun yang sangat berbahaya. Semenanjung Korea berada dalam situasi yang sangat berbahaya dengan bahaya pecahnya perang nuklir,” ujar Duta Besar Kim Song pada hari terakhir pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB.
Baca Juga:Kebakaran Tragis di Irak Merenggut Lebih dari 100 Nyawa dan Melukai 150 Orang di Perayaan PernikahanSpotify HiFi, Layanan Streaming Musik Berkualitas Tinggi yang Dinantikan
Amerika Serikat terus menerus memperingatkan bahwa Pyongyang berada di ambang uji coba nuklir yang ketujuh.
Pyongyang berpendapat bahwa uji coba rudal balistiknya dilakukan dalam rangka mempertahankan diri, yang bertujuan untuk menjaga kedaulatannya dan melindungi kepentingan keamanannya dari ancaman militer.
Sanksi-sanksi ini telah mengalami penguatan secara bertahap selama bertahun-tahun.
Namun demikian, Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara ini telah bergulat dengan perpecahan internal tentang bagaimana menangani masalah Korea Utara selama beberapa tahun.
Rusia dan Cina, yang memiliki hak veto bersama dengan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, telah menyuarakan penolakan terhadap sanksi lebih lanjut, dan menganjurkan pelonggaran sanksi tersebut.
