JABAR EKSPRES – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan memaparkan bahwa dirinya tidak memiliki budget lebih untuk melakukan kampanye. Tetapi menggunakan metode fundraising atau penggalangan dana.
“Apa yang kami kerjakan selama ini adalah dari 600 relawan. Semua melakukan fundraising di tempatnya masing-masing,” ujarnya dalam acara ‘3 Bacapres Bicara Gagasan’ di Graha Saba, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada Senin, 19 September 2023.
Selama ini, dirinya selalu dibiayai oleh para relawan. Anies Baswedan juga menceritakan pengalamannya ketika mendatangi suatu daerah, kerap kali dijamu oleh tuan rumah di daerah tersebut.
Baca Juga:Karo Hukum IPDN Tanggapi Kasus Dugaan Penipuan yang Melibatkan Institusinya!Sukses! Jabar Juara Generation Kembali Mengantarkan Kemenangan di Ajang Duta Pariwisata Remaja Indonesia 2023
“Kalau saya datang ke sebuah tempat, maka tuan rumah di sana yang akan handle (menangani) seluruh biaya-biaya. Ini menjadi sebuah iuran,” sambungnya.
Anies Baswedan berujar bahwa kampanye dengan metode ini, pihaknya selama seringkali mengalami kesulitan.
Karena pola pikir masyarakat yang masih terjebak bahwa kampanye untuk Pemilu 2024, merupakan kewajiban partai politik.
“Ada satu fakta yang kita semua tutup mata. Kita tahu ada biaya, tapi kita tidak mau membiayainya,” ungkap Anies.
Menurutnya, politik sama halnya dengan kantor yang membutuhkan banyak biaya.
“Kita tahu bahwa proses politik itu seperti juga kantor, ada biayanya,” ketusnya.
Dirinya menyinggung, negara tidak memiliki pembiayaan khusus dan masyarakat dinilai tidak turut andil dalam kegiatan kampanye.
