Syarat dan Tatacara Tobat Nasuha Agar  Diterima Allah SWT

Ilustrasi syarat tobat nasuha yang diterima Allah. (freepik)
Ilustrasi syarat tobat nasuha yang diterima Allah. (freepik)
0 Komentar

3. Bertekad untuk tidak mengulangi kembali kemaksiatan tersebut.

4. Jika dosanya berkaitan dengan hak manusia, maka ia harus segera mengembalikannya.

Jika merasa sudah bisa memenuhi semua syaratnya, maka langkah berikutnya adalah mulai melakukan tobat sesuai dengan tata caranya.

1. Senantiasa merasa diawasi oleh Allah ‘Azza Wajalla.

Ketika seseorang merasa diawasi, maka dia akan berhati-hati dengan perilakunya, baik ketika bersendiri maupun ketika bersama manusia yang lain.

Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ

Baca Juga:Polisi Bongkar Rumah Produksi Film Dewasa di Jakarta, 120 Film Telah Dikonsumsi MasyarakatMengatasi Insomnia Dengan Buah Cherry, Ini Cara dan Manfaat lainnya

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻarsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4)

2. Memahami bahaya perbuatan maksiat.

Karena setiap dosa akan memberikan efek negatif untuk pelakunya. Seperti perasaan tidak tenang, tidak adanya keberkahan dalam setiap hal yang dikerjakan, selalu was-was, dan lain-lain.

3. Senantiasa mengingat-ingat kematian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

أكثروا ذكر هادم اللَّذات: الموت

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan disahihkan oleh Ibnu Hibban)

4. Menjauh dari tempat-tempat dan teman-teman yang mengajak kepada kemaksiatan.

5. Banyak mengingat surga dan neraka.

Terlebih ketika menguat dorongan kembali kepada kemaksiatan. Ingatlah bahwa bahan bakar neraka adalah manusia dan bebatuan. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

“Jika kamu tidak (mampu) membuat(nya) dan (pasti) kamu tidak akan (mampu) membuat(nya), takutlah pada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)

الرجل على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama seseorang dilihat dari agama teman dekatnya. Maka, berhati-hatilah ketika memilih teman.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

7. Memperbaiki semangat dalam mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

0 Komentar