Organisasi UMKM Jalan Lurah Ancam Demo Jika Pembalikan Arus Lalin Tetap Dilanjutkan

Organisasi UMKM Jalan Lurah Ancam Demo Jika Pembalikan Arus Lalin Tetap Dilanjutkan
(Jabar Ekspres/Cecep Herdi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 70 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jalan Lurah mendesak Dinas Perhubungan Kota Cimahi membatalkan rekayasa lalu lintas di Jalan Lurah. Rekayasa lalu lintas yang masuk wilayah RW3 RW4 dan RW17 ini dianggap akan mematikan usaha mereka. Sebab, jalur yang biasanya ramai dilalui pengendara, terancam sepi. Mereka mengancam akan menggelar demonstrasi jika rencana rekayasa lalu lintas tetap dilaksanakan.

Senada, Wakil Ketua Organisasi UMKM Jalan Lurah Yudi Heryanto (45) pemilik toko helm mengaku sebagai warga di Jalan Lurah akan kesulitan akses jalan. Selain itu, dia khawatir usaha yang dijalankannya akan bangkrut.

“Saya rasa rekayasa lalu lintas ini tidak efektif mengurai kemacetan, karena biang kemacetan di Jalan Gandawijaya bukan dari Jalan Lurah. Justru titik kroditnya ada di jalan Kolonel Masturi. Di simpang Alun Alun yang harus dievaluasi, bukan di Jalan Lurah,” kata dia.

Baca Juga:Pasca Pengkhianatan, DPC Partai Demokrat Jawa Barat Pertimbangkan Masuk Koalisi Prabowo dan GanjarKuala Lumpur Jiplak Lagu Halo-halo Bandung, Netizen Geram!

Ia juga mengaku jika rekayasa lalu lintas tetap dijalankan dan arus kendaraan dibalikan dari Gandawijaya menuju Gatot Subroto, ancamannya 300 sampai 400 pegawai UMKM akan kehilangan pekerjaan.

“Kalau kebijakan ini tetap dipaksakan maka pemilik dan pegawai UMKM akan kehilangan pekerjaan,” katanya.

Pelaku usaha di Jalan Lurah, Fernando Sandy (32) yang juga sebagai anggota Organisasi UMKM Jalan Lurah nampak kesal dengan rencana tersebut. Ia juga sudah mengumpulkan data tanda tangan penolakan dari para UMKM.

0 Komentar