Jabar Elspres – Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas. Tak terkecuali pada anak-anak, didapati hasil 2 dari 5 anak usia 5-12 tahun juga mengalami masalah kelebihan berat badan.
Dilansir dari Antara News, Dokter Spesialis Gizi lulusan Universitas Indonesia (UI) dr.Maryam, Sp.GK mengatakan bahwa jalan kaki secara rutin dan terjadwal bisa menjadi aktivitas fisik yang ideal bagi penderita obesitas untuk menurunkan berat badannya dan menjadi lebih sehat.
Setelah aktivitas fisik berjalan kaki sudah rutin dilakukan, Maryam mengatakan penderita obesitas bisa menambah aktivitas fisik lainnya seperti berjalan cepat hingga bersepeda dengan sepeda statis.
Baca Juga:Tips dan Trik Cara Pulihkan Kulit Belang yang Efektif dan AmanFIFA Matchday Lawan Turkmenistan, Timnas Fokus Latihan Taktik
“Untuk aktivitas fisik yang memiliki gerakan meloncat atau jump tidak disarankan bagi orang dengan obesitas karena berpotensi menyebabkan cedera lutut,” katanya.
Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu kemudian mengingatkan selain aktivitas fisik, penderita obesitas juga perlu mengubah komposisi makanan, pola tidur, hingga pengelolaan stres.
Untuk komposisi makanan bagi penderita obesitas, Maryam menyarankan komposisi itu terdiri atas protein, karbohidrat, lemak, dan serat sehingga tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang.
Secara rinci komposisi itu bisa terdiri atas 50 persen karbohidrat, protein dengan formula 0,8-1,2 gram/kilogram berat badan per hari, lemak 25 persen, serat 20-30 gram per hari.
Tak lupa Maryam mengingatkan bahwa penderita obesitas juga harus bisa mengatur pola tidur agar tidak terlalu larut dan mengelola stres agar tetap dapat menjaga hormon dapat seimbang.
