Sejak 3 Bulan Terakhir Harga Beras Terus Meroket, Padagang Kebingungan

Harga Beras Terus Meroket Sejak 3 Bulan Terakhir, Padagang Kebingungan. Rabu (6/9). Foto Jabarekspres
Harga Beras Terus Meroket Sejak 3 Bulan Terakhir, Padagang Kebingungan. Rabu (6/9). Foto Jabarekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga beras premium di Pasar Tradisional Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyentuh harga Rp14,5-15 ribu. Kenaikan harga beras sekitar Rp 2.500 per kilogram.

Sementara untuk harga beras paling rendah dengan kualitas medium mencapai Rp12.000-13.500 per kilogram.

“Kondisi itu membuat stok beras penjualan menjadi berkurang. Sejak Juni 2023 lalu, harga beras memang terus merangkak naik dan tak ada tanda-tanda akan kembali ke harga normal,” katanya.

Baca Juga:Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan, Polresta Bandung Bangun Sumur Bor Artesis2 Bulan Dilanda Kekeringan, Warga Desa Rancakasumba Kabupaten Bandung Minta Air Bersih ke RW

Menurutnya, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga beras saat ini terbilang cukup parah. Pasalnya, selain lonjakan harga cukup signifikan, kenaikan tahun ini dibarengi penurun stok dari distributor.

“Apalagi musim kemarau ini stok beras sulit di Bandung Barat. Sementara beras medium sebagian besar didatangkan dari Subang, Banjar, dan Cirebon. Kebanyakan masyarakat lebih memilih beras medium dan kelas di bawahnya,” katanya.

Meroketnya harga beras bukan saja berpengaruh terhadap masyarakat kecil, Iwan sendiri sebagai penjual beras skala besar ikut terimbas. Lantaran harus mengeluarkan modal lebih besar untuk pembelian besar. Di sisi lain, tingkat pembelian masyarakat ikut berkurang.

“Saya harus keluar modal cukup besar karena harganya naik. Tapi pembeli juga mengurangi, biasa satu karung, karena naik cuma setengah karung,” tandasnya. (Mg5

0 Komentar