JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan belum meyakini 100 persen penyebab kebakaran di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB) disebabkan oleh puntung rokok.
Karena itu, untuk mengungkap penyebab kebakaran di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, masih memerlukan pembuktian.
“Secara ilmiah kami membutuhkan cukup waktu untuk membuktikan (puntung rokok) itu sebagai penyebab kebakarannya,” sebut Emil.
Baca Juga:Ratusan Warga Desa Sarimukti Terancam Nganggur Imbas dari Kebakaran SampahKian Mengkhawatirkan, Pemkot Bandung Cari Solusi Penanganan Sampah di TPS Pasca Sarimukti Kebakaran
Namun demikian, Emil meyakini, terdapat kandungan gas metan yang menjadi pemicu serta memperparah kebakaran yang menghanguskan 19 hektar lebih.
Ia menilai gas metan dari fermentasi sampah itu berada di lapisan bawah sampah yang menyebabkan api sulit padam.
“Kebakaran ini dampak dari musim kemarau. Bahwa di dalam tumpukan sampah itu ada gas metan, betul. Kita tahu, tumpukan sampah ini ada gas metan yang panas dan menimbulkan kebakaran kalau ada oksigen,” ucap Emil.
“Model apinya memang tidak besar, tapi api ini merambat di dalam sampah. Sampah kan ketinggiannya 25 sampai 50 meter, nah ini yang agak susah kita memadamkan,” ungkapnya.
Untuk itu, proses pemadaman dilakukan keroyokan dengan bantuan armada dari berbagai daerah. Namun, karena gas metan ini cukup alot untuk dijinakkan maka rambatan api yang menjalar melalui lapisan bawah lahan sampah tidak diketahui di mana titiknya.
