JABAR EKSPRES – Salah seorang santri kelas tiga SMP Pondok Pesantren (Ponpes) Khoirul Ummah, Kabupaten Sumedang, Agis, harus menjalani perawatan di RSUD Sumedang pada Senin, 21 Agustus 2023.
Sebab, Agis terpaksa harus menyelamatkan diri dari kebakaran asrama, dengan cara melompat dari jendela kamarnya.
Mudir atau Kepala Ponpes Khoirul Ummah, Muhammad Amrin menuturkan bahwa saat kebakaran asrama berlangsung, Agis sedang tertidur.
Baca Juga:Inilah Motor Terlaris pada Ajang GIIAS 2023!Trade Minister Hopes Sam Poo Kong Story Inspires ASEAN Ministers
“Sedang shalat, sekitar jam 12 lebih. Ibu-ibu (warga setempat) berteriak kebakaran,” lanjutnya.
Jemaah kemudian keluar dari masjid dan melihat ke arah gedung pesantren yang sudah dikuasai api.
“Terlihat saat keluar dari masjid, api memang sudah besar. Kemudian kami mencoba memadamkannya,” ucapnya.
Saat mendekat ke arah asrama yang berlokasi di pertengahan pesawahan dan kolam ikan, terlihat seorang santri yang terjebak di lantai atas dan melompat melalui jendela kamarnya.
“Tak ada jalan selain melompat dari jendela kamar atas itu ke petakan sawah, sebab tangga yang terbuat dari kayu itu sudah habis terbakar,” terangnya.
Sampai saat ini, kebakaran tersebut belum diketahui penyebab pastinya. M Amrin menyangkal jika kebakaran terjadi akibat korsleting listrik seperti isu yang tengah beredar sebelummya.
“Hasil konfirmasi para santri, tidak ada yang mengarah pada korsleting listrik. Memang ada dispenser tapi sudah rusak, tidak digunakan lagi, karena memang sudah rusak,” tandasnya.
Baca Juga:Angkasa Pura Prepares Travelin Application to Facilitate Travelers’ FlightsIndonesia Promotes Flexible Approach to Digitalization at India G20
Sementara itu, Agis kini sedang dirawat di RSUD Kabupaten Sumedang, lantaran tumit kakinya terkilir dan mengalami retak.
“Sekarang sedang dirawat di RSUD Sumedang, tumitnya terkilir, mengalami retak,” Katanya.
Atas kejadian yang menimpa pesantren Khoirul Ummah yang berlokasi di Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang itu, diperkirakan mengalami kerugian materi sebesar sekitar Rp500 juta Rupiah.
