JABAR EKSPRES – Aksi penganiayaan sesama pelajar kembali terjadi di Jabar. Seorang pelajar SMK di Sukabumi tewas usai diduga lakukan aksi tawuran, Rabu (9/8) dini hari.
Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdik Jabar Wilayah 5 Sukabumi, Nonong Winarni setelah pihaknya mendapatkan informasi dari kepolisian.
“Berdasarkan informasi terbaru, saya juga sudah takziyah ke rumah korban, jadi pada jam 12 malam, anak (korban) pamit ke orang tuanya untuk keluar (rumah). Jadi ada yang ngajak janjian bertemu,” katanya
Baca Juga:Puluhan Sopir Angkutan Umum di KBB Jalani Tes dan Kelayakan KendaraanDesak Pengelolaan IPAL di Sarimukti, Walhi Jabar Minta DLH Segera Selesaikan Pencemaran Air Lindi
“Jadi kayaknya bukan tawuran dalam bentuk ramai-ramai, tapi sepertinya ini adalah perkelahian atau duel. Karena memang anak itu punya history sejarah atau catatan, sering berduel, bahkan ada bekas 18 jahitan (di badannya) sebelumnya. Tapi kita tidak berani bertanya terlalu jauh kepada orang tuanya, karena memang kapasitas kami saat berkunjung kesana melakukan takziyah,” sambungnya
Nonong menuturkan, pihaknya akan kembali melakukan penguatan dalam proses pengawasan terhadap siswa.
“Berbagai upaya masif sudah kita lakukan, pertama di Wilayah kab/kota di sukabumi ini kami memiliki satgas nanti tawuran yang didalamnya ada wakasek kesiswaan dan termasuk dari unsur kepolisian. Nah biasanya potensi – potensi tawuran ini sudah bisa kita antisipasi jika memang sudah mengetahui tanda-tanda sebelumnya,” pungkasnya.
