Jabar Ekspres – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah merilis hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan nasi kotak yang diduga menyebabkan keracunan massal pada saat reses anggota DPRD Kota Cimahi Edi Sofyan, di Kelurahan Padasuka belum lama ini.
“Bakteri Salmonella ini menyebabkan penyakit typus. Jadi gejalanya seperti yang tergambarkan di pasien (keracunan). Ada mual, muntah, diare, nyeri perut ada demamnya,” ungkap Dwihadi, Selasa (1/8).
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengatakan, untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam sampel makanan itu pihaknya melakukan dua uji laboraotorium yakni uji mikrobiologi dan uji kimia.
Baca Juga:Rembuk Akal Bulus PPDB Jabar, Dari Titip KK hingga Permainan OperatorPrakiraan Cuaca Bandung Hari ini, Selasa, 1 Agustus 2023
“Berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi ada di telur balado ada Staphylococcus Aureus sama perkedel jagung ada Salmonella,” ungkap Mulyati.
Selain telur balado dan perkedel jagung, ada beberapa sampel makanan lain yang diuji di Labkesda Jabar. Yakni nasi putih, sambal, ayam isian burger, ayam suwir, ikan tuna isian panada, selada bokor, hingga capcay. Namun hasilnya negatif.
Sedangkan berdasarkan hasil uji kimia, di dalam perkedel jagung positif mengandung nitrit 0,40 mg dan capcay positif mengandung nitrit 0,02 mg.
“Pemeriksaan sampel air ternyata ada Coliform-nya. Tapi kadar bakteri yang ada di air tidak masuk ke makanan, karena sampel makanan ekolinya negatif semua,” ujar Mulyati.
