Update Evakuasi 8 Penambang Emas Banyumas, Tim SAR Ubah Strategi Penyelamatan Hingga Diterjunkannya Pasukan Katak AL

JABAR EKSPRES – Memasuki hari ketiga operasi pencarian 8 orang penambang emas di Banyumas, yang terjebak didalam lobang penggalian dari hari Selasa (25/7), Tim SAR Gabungan menggunakan berbagai cara untuk menemukan para korban.

Meski pencarian hingga hari kedua masih nihil, namun semua tim masih tampak bersemangat dan berupaya keras untuk bisa menyelamatkan para korban, termasuk mengubah strategi.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor SAR Cilacap selaku SAR Mission Coordinator, Adah Sudarsa, yang telah melakukan evaluasi dan briefing tentang rencana operasi SAR yang akan dilakukan pada hari ini.

Baca juga : Sulitnya Proses Evakuasi 8 Penambang Emas Ilegal di Banyumas, Diameter Lobang Hanya 80 CM

Adah menyebutkan strategi baru dalam upaya evakuasi 8 penambang emas di Banyumas ini adalah dengan membagi seluruh Tim SAR Gabungan menjadi 5 Worksite, yang bertugas untuk penyedotan air menggunakan submersible yang lebih besar, hingga menutup lokasi yang ada kebocoran.

Masing-masing penempatan diantaranya Worksite A-1 berlokasi di Sumur Bogor. Worksite A-2 berlokasi di Sumur Dondong. Worksite A-3 berlokasi di Penyedotan Sumur I. Worksite A-4 berlokasi di Penyedotan Sumur II. Worksite A-5 berlokasi di Bendungan Sungai.

Upaya lain juga dilakukan yakni dengan menurunkan kembali camera hole ke lubang galian di lokasi terjebaknya 8 orang penambang emas untuk memastikan debit penambahan air.

Baca juga :Sempat Terhambat, Tim SAR Gabungan Kembali Upayakan Evakuasi 8 Penambang Emas di Banyumas Hari Ini

Selain itu juga ada informasi akan diterjunkannya pasukan khusus dari TNI AL, yakni 3 personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska). Yang akan membantu penyelamatan 8 penambang emas di Banyumas tersebut.

Personel dari Kopaska ini disiapkan untuk melakukan penyelaman sebagai salah satu strategi yang disiapkan bila upaya lain tidak juga membuahkan hasil. Pasalnya camera hole yang diharapakan bisa menemukan lokasi para penambang juga belum memberikan hasil maksimal.

 

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan