PHRI Jabar Soal  Peralihan Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati: Akan Berdampak pada Pariwisata Kota Bandung

PHRI Jabar Soal  Peralihan Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati: Akan Berdampak pada Pariwisata Kota Bandung
MENUNGGU KEBERANGKATAN: Para penumpang saat menunggu keberangkatan pesawat di Bandara Husein Sastranegara baru-baru ini.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Jawa Barat (PHRI Jabar) menyoroti rencana peralihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung, ke Bandara Kertakjati, Majalengka. PHRI Jabar menyatakan akan ada dampak atau pengaruh terhadap ekonomi pariwisata terkait dengan rencana kebijakan Presiden tersebut.

Terkait peralihann seluruh penerbang Komersil dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar menejelaskan, di momentum tertentu kunjungan wisatawan ke Kota Bandung bisa mencapai 70 hingga 75 persen.

“Jadi pemerintah ini harus siap dengan melakukan berbagai program promosi sehingga, dengan dialihkan dan sudah beroperasinya Kertajati, dapat menarik wisatawan ke Kota Bandung,” lanjutnya.

Baca Juga:Terkuak! Ada Anggaran Rp5 Miliar untuk Pengadaan Barang dan Jasa Smart CCTV di Tahun 2022, Begini Pengakuan SaksiAkui Sempat Gagal, Warga Sumedang Ini Mantap Berencana Kembangkan Bisnis Anggur Selepas Pensiun

Sebelumnya, rencana pemindahan tersebut akan dilakukan oleh Presiden Jokowi di bulan Oktober 2023 nanti. Hal itu dilakukan, seiring telah beroperasinya Tol Cisumdawu hingga Bandara Kertajati.

“Nantinya dimulai bulan Oktober (2023) akan operasi penuh (Bandara Kertajati). Artinya dari Bandara Husein Sastranegara (Kota Bandung), akan digeser ke Kertajati, utamanya untuk yang pesawat jet,” kata Presiden Jokowi pada Selasa, 11 Juli 2023. (San)

0 Komentar