Perangi Stunting dengan Cara Konsumsi Protein Telur, Lawan Stigma Penjajahan!

Perangi Stunting dengan Cara Konsumsi Protein Telur, Lawan Stigma Penjajahan!
Ilustrasi: Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dokter Rayendra mengajak penduduk Kota Bogor untuk bersama-sama melawan stunting.

Dokter pendiri Gerakan Bogor Sehat tersebut memberikan pendidikan kepada penduduk di Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, agar menghilangkan mitos tentang konsumsi makanan telur yang berlebihan.

Dia menilai bahwa stigma lama yang mengatakan “anak-anak sebaiknya tidak banyak makan telur karena khawatir akan timbul bisul” tidaklah benar. Ajaran tersebut dulu ditanamkan oleh penjajah kolonial.

Baca Juga:Malaysia Tegaskan Perlunya Persatuan ASEAN dalam Mengawal Perdamaian dan Stabilitas Laut China SelatanKasus Perdagangan Orang dari 2017-2022, Ada Sebanyak 2.605 Kasus!

Menurutnya, secara klinis terbukti bahwa telur mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dianjurkan untuk mengonsumsi protein yang cukup, terutama bagi anak-anak di bawah dua tahun, karena masa ini merupakan periode penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.

“Cukup Dua Telur. Ayo cukupi gizi anak dan perangi stunting bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Lukas Sukaresmi mengajak ratusan warga yang hadir untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pencegahan stunting.

“Pengetahuan warga bertambah dan sangat berguna . Selamatkan anak bangsa dari stunting dengan konsumsi gizi yang cukup,” jelasnya.

Diketahui, tercatat angka stunting di Kota Bogor dua tahun terakhir mengalami kenaikan.

Kekurangan gizi ini dapat terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi yang memadai, infeksi berulang, serta lingkungan yang tidak sehat dan tidak mendukung pertumbuhan optimal.

0 Komentar