Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari tinggi badan rata-rata anak seusianya.
Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan anak telah terhambat dan tidak mencapai potensinya.
Stunting dapat dicegah dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup sejak dalam kandungan, melalui pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, makanan bergizi setelah itu, serta lingkungan yang sehat dan sanitasi yang baik.
Baca Juga:Malaysia Tegaskan Perlunya Persatuan ASEAN dalam Mengawal Perdamaian dan Stabilitas Laut China SelatanKasus Perdagangan Orang dari 2017-2022, Ada Sebanyak 2.605 Kasus!
Upaya pencegahan stunting juga melibatkan pendidikan gizi kepada ibu hamil dan keluarga, serta perbaikan akses terhadap pelayanan kesehatan dan sanitasi yang memadai.
Penting untuk menyadari bahwa stunting bukan hanya masalah fisik semata, tetapi juga merupakan masalah pembangunan manusia yang melibatkan berbagai aspek, termasuk gizi, pendidikan, dan kesehatan.
Dengan memahami dan mengatasi stunting, kita dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, serta mencapai potensi penuh mereka.
