Kepolisian Prancis Tegas Larang Aksi Damai Setelah Peperangan Hebat Merebak Selama Sepekan

Kepolisian Prancis Tegas Larang Aksi Damai Setelah Peperangan Hebat Merebak Selama Sepekan
Kepolisian Prancis memutuskan untuk melarang rencana unjuk rasa warga di Paris menyusul terjadinya kerusuhan selama sepekan terakhir.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Prancis memutuskan untuk melarang rencana unjuk rasa warga di Paris menyusul terjadinya kerusuhan selama sepekan terakhir. Rencana demonstrasi yang awalnya dijadwalkan di Place de la Republique pada Sabtu (8/7) harus dibatalkan.

Aksi damai tersebut semula direncanakan oleh keluarga Adama Traore, seorang warga Prancis berkulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi dalam keadaan yang mirip dengan kasus pembunuhan George Floyd di Amerika Serikat.

Mlansir dari berbagai sumber, menurut laporan dari Channel News Asia, juru bicara kepolisian Paris menjelaskan bahwa rencana tersebut dilarang karena dianggap berpotensi mengancam ketertiban umum. Juru bicara tersebut juga menyinggung adanya ketegangan yang muncul pasca kerusuhan di berbagai wilayah Prancis.

Baca Juga:Perang Saudara Sudan Mengganas, Lebih dari 1.000 Orang Mati!Tragedi Kecelakaan Pesawat di Los Angeles AS Menewaskan 6 Orang

Para pemimpin sayap kiri juga sebelumnya mengumumkan niat mereka untuk bergabung dalam unjuk rasa tersebut. Namun, akhirnya seluruh rencana tersebut harus dibatalkan dan belum ada kejelasan mengenai rencana penyelenggara untuk mengajukan banding terhadap larangan terbaru tersebut.

Sejak 27 Juni lalu, unjuk rasa hingga bentrokan antara para demonstran dan polisi pecah di beberapa kota di Prancis. Demonstrasi pertama kali meletus di Nanterre, selatan Paris, sekitar Selasa (27/6) malam.

Menurut Jaksa Nanterre, Pascal Prache, penembakan terjadi karena petugas polisi khawatir mobil tersebut akan menabrak orang-orang di sekitarnya.

0 Komentar