JABAR EKSPRES – Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cimahi terus melandai. Walau begitu, pihak pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau agar masyarakat terus waspada.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurakhman mengungkapkan bahwa hingga Juni 2023, ada 123 kasus DBD di Kota Cimahi. Tercatat, 2 diantaranya meninggal dunia.
“Untuk kasus dari Januari sampai Juni, itu tercatat ada 123 kasus DBD. Itu tersebar di semua wilayah Kota Cimahi, terutama Melong, Cipageran, Cigugur Tengah,” ungkap Romi Abdurakhman.
Baca Juga:268 Pelaku Usaha Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2023Kineruku, Perpustakaan di Bandung yang Cozy Banget
Dia menuturkan, tren DBD di kota tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2021, terdapat ada 712 warga kota tersebut yang terkena DBD, 22 diantaranya meninggal dunia.
Lalu, di tahun 2022 ada 675 kasus penyakit DBD dengan 14 kasus diantaranya meninggal dunia.
“Jadi tren kasus ya akan turun tahun ini. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, apakah karena populasi nyamuk turun atau memang tidak terlaporkan atau memang jenis virus sama dengan tahun 2021,” ucapnya.
Walaupun tren DBD menurun di tahun ini, pihaknya tetap mengimbau kepada warga Kota Cimahi agar selalu waspada. Terlebih, mengingat cuaca yang tidak menentu seperti ini membuat perkembanganbiakan nyamuk Aedes aegypti semakin mudah. Oleh karenanya, pihaknya mengimbau kepada para warga agar memberantas tali perkembangbiakan nyamuk itu.
“Nyamuk itu di tutup aqua aja bisa berkembang biak dan lebih hidup di dalam rumah. Jadi, usahakan jangan ada genangan air sekecil apapun,” imbau Romi Abdurakhman. (*)
