Mengenal “Pregnancy Nose”: Perubahan Hidung Selama Kehamilan

JABAR EKSPRES- Kehamilan adalah perjalanan yang luar biasa dalam kehidupan seorang wanita. Selama periode ini, tubuh mengalami banyak perubahan yang terkait dengan perubahan hormon, dan beberapa perubahan tersebut mungkin terjadi di area yang tidak terduga.

Salah satu perubahan yang sering dialami oleh wanita hamil adalah perubahan pada hidung mereka, yang dikenal sebagai “pregnancy nose” atau hidung kehamilan. Artikel ini akan membahas secara rinci tentang fenomena ini, termasuk penyebabnya, gejalanya, dan bagaimana mengatasinya.

Apa itu “Pregnancy Nose”?

“Pregnancy nose” merujuk pada perubahan hidung yang dialami oleh beberapa wanita selama kehamilan. Biasanya, hidung menjadi lebih sensitif dan lebih mudah merespons rangsangan seperti bau dan iritasi.

Wanita hamil juga mungkin mengalami hidung tersumbat atau hidung berair lebih sering daripada sebelumnya. Meskipun tidak semua wanita hamil mengalami perubahan ini, fenomena “pregnancy nose” cukup umum terjadi.

Penyebab “Pregnancy Nose”

Perubahan hidung selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormonal yang signifikan yang terjadi dalam tubuh wanita hamil. Kenaikan hormon tertentu, terutama estrogen dan progesteron, dapat mempengaruhi selaput lendir hidung, yang membuatnya lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi.

Selain itu, peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh selama kehamilan juga dapat menyebabkan pembengkakan pada membran hidung, sehingga menyebabkan hidung tersumbat atau hidung berair.

BACA JUGA : Pregnancy Nose Viral di TikTok, Apa Itu?

Gejala “Pregnancy Nose”

Wanita yang mengalami “pregnancy nose” mungkin mengalami gejala-gejala berikut:

1. Hidung lebih sensitif: Wanita hamil dapat merasa lebih peka terhadap bau atau zat-zat tertentu yang sebelumnya tidak mempengaruhi mereka secara signifikan.
2. Hidung tersumbat: Pembengkakan membran hidung dapat menyebabkan hidung tersumbat, yang bisa terjadi secara sporadis atau berkelanjutan.
3. Hidung berair: Peningkatan produksi lendir hidung juga dapat menyebabkan hidung berair yang berlebihan.
4. Perubahan bentuk hidung: Pada beberapa kasus, perubahan hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan bentuk hidung, seperti peningkatan ukuran atau perubahan struktur.

Bagaimana Mengatasi “Pregnancy Nose”

Meskipun “pregnancy nose” adalah hal yang umum terjadi selama kehamilan, ada beberapa cara untuk mengurangi gejala yang terkait dengannya:

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan