JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran mengadakan rapat rempug stunting di Gedung Serbaguna 2, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (4/7).
Pemerintah Kabupaten Bogor mengklaim tinggal menyisakan 4,78 persen atau 16.000 Balita dengan kondisi stunting. Angka ini turun dari sebelumnya hampir 9 persen.
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menyampaikan, dari angka stunting tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
Baca Juga:Kemenag Jabar Sebut Pendidikan di Al-Zaytun Tetap Berjalan Meskipun Pemeriksaan Panji Gumilang Naik ke Tingkat Penyidikan.Sikapi Tingginya Harga Ayam Potong, Polresta Bogor Gelar Pasar Murah, Dijual Rp35 Ribu per Ekor
“Karena empat kecamatan ini menjadi wilayah penyumbang stunting terbanyak daripada kecamatan lain,” ujar Iwan Setiawan kepada media.
Untuk menangani stunting di empat kecamatan itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan bersama-sama menanganinya.
“Makanya kita rembug stunting itu kita petakan dulu, ternyata 4 Kecamatan itu yang harus kita keroyok oleh 12 SKPD,” paparnya.
“Akan tetapi ternyata ada di lingkungan yang padat penduduk dan semi perkotaan, kumuh, sanitasinya kurang baik,” lanjutnya.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Bogor pernah menyabet inovasi penanganan stunting dan menjadi pemenang lomba nomor 1.
“Mudah-mudahan dengan prestasi itu, penanganan stunting di Kabupaten Bogor yang tinggal menyisakan 4,78 persen bisa selesai, dan target Jawa barat Zero stunting dapat tercapai,” pungkasnya. (SFR)
