Bendungan Kakhovka Jebol, Ukraina dan Rusia Saling Tuduh

Bendungan Kakhovka Jebol, Ukraina dan Rusia Saling Tuduh
Bendungan Kakhovka Jebol, Ukraina dan Rusia Saling Tuduh./Nova Kahovka for Life/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bendungan besar Kakhovka di Sungai Dnipro yang dibangun saat masa Uni Soviet dan terletak di Ukraina Selatan mengalami kebocoran pada hari Selasa.

Kebocoran tersebut menyebabkan banjir di seluruh wilayah perang antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Pemerintah Ukraina mengklaim bahwa Rusia yang merusak bendungan tersebut, sementara Rusia mengatakan bahwa Ukraina menyabotase untuk memutus pasokan air ke Krimea dan mengalihkan perhatian dari serangan balasan.

Bendungan Kakhovka merupakan bagian dari pembangkit listrik tenaga air Kakhovka.

Baca Juga:Bendungan Kakhovka Meledak, Banyak Kota Terancam BanjirAplikasi Game Penghasil Saldo OVO Gratis 2023

Bendungan ini memiliki tinggi 30 meter dan panjang 3,2 km. Pembangunan bendungan dimulai saat kepemimpinan Josefr Stalin dan selesai saat kepemimpinan Nikita Khrushchev.

Bendungan ini berada di perbatasan antara pasukan Rusia dan Ukraina di Ukraina Selatan.

Selama pembangunan bendungan Kakhovka di zaman Uni Soviet, sekitar 37.000 penduduk diusir dari tempat tinggal mereka.

Reservoir bendungan ini memiliki kapasitas air sebesar 18 kilometer kubik, volume air yang hampir sama dengan Great Salt Lake di Utah, Amerika Serikat.

Bendungan Kakhovka juga memasok air ke semenanjung Krimea yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014, serta ke pembangkit listrik nuklir Zaporizhia yang juga berada di bawah kendali Rusia.

Dalam kasus ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Rusia melakukan serangan teroris dengan meledakkan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka dari dalam fasilitas tersebut.

Zelenskiy menekankan bahwa Rusia harus bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Pada pukul 02.50, teroris Rusia melakukan peledakan internal terhadap struktur HPP Kakhovskaya. Sekitar 80 pemukiman berada di zona banjir,” kata Zelenskiy, sebagaimana mengutip dari Reuters.

Baca Juga:5 Rekomendasi Kuliner Batagor Bandung, Recommended Banget!Cara Dapat Uang dari Internet, Bisa Dikerjakan di Rumah!

Dampak terbesar yang ditimbulkan dari kehancuran bendungan ini adalah bahaya bagi manusia.

Tingginya tingkat air yang melonjak dapat mempengaruhi ribuan orang. Evakuasi warga sipil sudah dimulai di kedua sisi garis depan, sementara banyak kota dan desa akan terendam banjir.

Pemerintah Ukraina memperkirakan sekitar 42.000 orang berisiko terkena banjir, dengan puncak banjir diperkirakan terjadi pada hari Rabu.

Dalam jumlah tersebut, sekitar 25.000 orang berada di wilayah yang dikuasai Rusia, dan sekitar 80 komunitas terancam banjir.

Selain itu, kehancuran bendungan ini juga berpotensi mengurangi pasokan air ke Kanal Krimea Utara yang sebelumnya memasok 85 persen kebutuhan air Krimea.

0 Komentar