Kodam Siliwangi dan Polda Jabar Kembangkan Bios 44-DC

AJAK petani beralih penggunaan pupuk. Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi dan Polda Jawa Barat, kembangkan pengunaan pupuk organik Bios 44-DC di Kabupaten Indramayu, Jabar,

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI, Kunto Arief Wibowo menyebut, selain peralihan penggunaan pupuk, hal demikian adalah usaha dalam tingkatkan ketahanan pangan.

“Kami sedang mengupayakan untuk ketahanan pangan, melalui program pupuk organik jenis Bios,” kata Kunto, pada Senin (15/5) melansir ANTARA.

Dirinya menambahkan, program program ketahanan pangan tersebut, melibatkan kerja sama tiga pihak.

Diantaranya, TNI dan Polri serta Pemerintah Kabupaten Indramayu diharapkan bisa memberikan nilai tambah kepada para petani.

Ia menjelaskan pihaknya mencoba mengaplikasikan pupuk organik Bios 44-DC di lahan pertanian padi seluas 80 hektare.

Kunto mengatakan pupuk Bios ini memiliki kemampuan untuk menetralisir kadar asam air dan dapat meningkatkan produktivitas hasil perkebunan serta pertanian. Pupuk tersebut juga dapat membuat lahan eks tambang menjadi layak ditanami.

“Saat ini, kami terus menyasar daerah yang memiliki lahan mati, seperti bekas tambang untuk kembali ditanami, dengan pupuk Bios ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Wiyagus mengatakan akan terus mendorong pemerintah daerah bersinergi dengan semua kalangan termasuk TNI dan Polri dalam rangka ketahanan pangan.

“Kami akan terus membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, sehingga semua program yang terkait akan kita bantu,” katanya.

Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan penggunaan pupuk Bios sudah diaplikasikan di lahan seluas 80 hektare dan itu bisa menekan ongkos produksi para petani sebesar 40 persen.

“Ketika petani menggunakan pupuk sintesis per hektare membutuhkan 500 hingga 600 kilogram, tapi dengan Bios bisa ditekan,” katanya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan