JABAR EKSPRES – Di Malaysia, seorang pemimpin oposisi Partai Islam Malaysia (PAS) melalui media sosial menyerukan pembatalan konser Coldplay yang akan berlangsung pada 22 November 2023.
Di halaman Facebook-nya, Nasrudin Hassan mempertanyakan pemerintah terkait jika membiarkan konser Coldplay tersebut.
Ia mengatakan bahwa band tersebut merupakan band yang mempromosikan ‘budaya hedonis dan menyimpang’ dari negara tersebut.
Baca Juga:Spoiler One Piece 1083, Holy Knight Bakal Berantas Segala Pemberontakan terhadap Im-sama dan Pemerintah Dunia5 Apartemen Terbaik di Bandung, Harga Terjangkau & Spek Sultan!
Lebih lanjut, ia pun mengusulkan agar konser Coldplay tersebut dibatalkan saja dengan alasan lain berupa ‘tidak ada manfaatnya’.

Dalam pengumaman tersebut pun hadir Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Menariknya, dalam sambutan tersebut Anwar Ibrahim berterima kasih pada band tersebut atas kontribusi mereka di masa lalu dalam membantu membersihkan sungai setempat.
Rencananya, di Malaysia, konser bakal berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil. Seperti halnya Indonesia, konser Chris Martin dan kawan-kawan merupakan yang pertama di Malaysia.
Juga sama seperti di Indonesia, saat ini pun pembicaraan tiket sedang menjadi pembicaraan hangat dalam diskusi online.
Promotor PK Entertainment mengumumkan bahwa Coldplay akan singgah di Indonesia untuk rangkaian tur bertajuk ‘Music Of The Spheres World Tour’ yang diumumkan pada Selasa, 9 Mei 2023.
Band ini juga untuk kali pertama mengadakan konser di Indonesia yang pun mendapatkan sambutan antusias, terutama dari kalangan anak-anak muda.
Seketika pembicaraan ticketing dan bagaimana cara mendapatkannya pun menjadi pembicaraan hangat di media-media sosial. Bahkan, dalam beberapa hari ke belakang hingga sekarang, band ini menjadi salah satu trending topik di Twitter.
