JABAR EKSPRES – Setelah hampir dua tahun tidak produksi, kini tempat pembuatan Gong Factory di Jalan Panaragan, Kota Bogor kembali beraktivitas.
Tak produksinya pembuatan Gong itu sendiri karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat tidak adanya pesanan dari pembeli.
Salah satu pengrajin Abuyasid menceritakan, Gong Factory ini menjadi tempat pembuatan gong tertua di Indonesia. Khususnya di Kota Bogor karena berdiri sejak tahun 1842 silam.
Baca Juga:Lupa Tarik Rem Tangan, Mobil Elf di Bandung Barat Terjun ke JurangPasca Libur Lebaran, Sampah Di Bandung Barat Meningkat Dua Kali Lipat
”Pembuatan gong ini sudah dari ratusan tahun dari generasi pertama sekarang sudah generasi ke tujuh,” kata Abuyasid kepada Jabarekpres.com, Senin (1/ 5).
”Dari covid mati total dua tahun enggak ada produksi. Baru sekrang ada lagi 2023 pesanan,” sambungnya.
Di Gong Factory tersebut banyak dibuat jenis gong dengan dimensi ukuran yang berbeda-beda. Gong dibuat menggunakan bagan baku perunggu, timbah dan tembaga.
Hasil pembuatan gong tersebut dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia serta di ekspor ke beberapa negara di Asia dan Eropa dengan harga harga Rp 200 ribu sampai 700 ribu per kilogram.
”Harganya dihitung dari perkilo bahan baku. Kalau perunggu itu 700 ribu per kilogram dan bahan besi biasanya lebih murah 200 ribu perkilogram,” sebutnya.
Pembuatan gong sendiri tidaklah mudah, jika berdimensi besar, maka memerlukan waktu selama satu minggu lebih.
”Proses pembuatan diawali dengan pengecoran bahan baku sampai cair. Kemudian dicetak dengan dimensi ukuran gong dan ditempa dengan api,” pungkasnya. (sfr)
