Ridwan Kamil Dinilai Baperan dalam Menanggapi Kritikan ‘Maneh’

Ridwan Kamil Dinilai Baperan dalam Menanggapi Kritikan ‘Maneh’
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menilai Ridwan Kamil terlalu berlebihan dalam menanggapi kritikan yang menimpanya beberapa waktu silam.

Menurut Retno, Ridwan Kamil tidak memahami latar belakang guru honorer asal Cirebon, Muhammad Sabil Fadilah, ketika ia menyebut kata ‘maneh’ kepada gubernur Jawa Barat itu.

Dengan kata lain, Retno menilai bahwa orang nomor satu di Jawa Barat itu bersikap serampangan karena tidak mempertimbangkan dimensi lain dalam penggunaan kata ‘maneh’.

Baca Juga:Duhai Ibu-Ibu! Inilah Harga Bahan Pokok yang Naik Menjelang Puasa, Ada yang Melejit!Mengenal Sapardi Djoko Damono yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Alih-alih merespons kata ‘maneh’ dengan banyak pertimbangan, orang yang akrab disapa Kang Emil itu justru terlalu cepat mengambil ujaran kata ‘maneh’ itu ke dalam hati.

“Selain itu, rasanya kurang adil ketika kita tidak hati-hati dalam menilai kata ‘maneh’,” ujar Retno dalam wawancara dengan pojoksatu.id, Senin, 20 Maret 2023.

“Mengingat ada strata atau perbedaan makna ‘maneh’ di setiap daerah,” sambung Retno.

Dengan kata lain, belum tentu bahwa penyebutan kata ‘maneh’ dari Muhammad Sabil Fadilah untuk RK merupakan kata yang bermuatan hal yang kasar seperti di Bandung, misalnya.

“Mungkin untuk wilayah Bandung hal tersebut dianggap kata ganti orang kedua yang dianggap kasar,” terangnya.

Padahal, Retno lanjut menjelaskan, penggunaan kata ‘maneh’ bagi orang-orang Cirebon adalah hal yang lazim dalam komunikasi sehari-hari.

“Bagi wilayah Pantura seperti Cirebon, kata ‘maneh’ merupakan kata biasa dalam bahasa pergaulan sehari-hari dan bukan kata yang kasar,” ungkapnya.

Baca Juga:Anies Baswedan Sebut Ada Menko yang Mau Ubah Konstitusi, Duh Siapa Sih?Download Aplikasi untuk Dapat Saldo DANA Senilai Rp150 Ribu

Berangkat dari itu, Retno melemparkan saran dan masukan bahwa seharusnya RK musti lebih berhati-hati dalam menanggapi kritikan.

“Jadi, perlu bijak juga menilai. Apalagi si guru memang berdomisili di Cirebon,” tandasnya.

Isu ini menjadi perbincangan publik. Pasalnya, Muhammad Sabil Fadilah langsung diberhentikan dari instansi tempat ia bekerja.

0 Komentar