BANDUNG – Sebuah karya video yang digarap oleh anak muda Kota Bandung mampu menembus kancah internasional.
Di bawah naungan Papipupa, sebuah Production House (PH) asal Kota Bandung, yang kini telah berkiprah di industri kreatif. Berfokus pada penyediaan jasa, dalam bentuk editing video dan photography.
Menurut Owner Papipupa, Algit Cakra Pratama, lewat editing video, karyanya sudah berhasil menembus level Internasional.
Baca Juga:Fantastis! 10 Proyek Strategis Kota Bogor Tembus Rp 200 MDishub Pangkas Sepeda Listrik Beam di Kota Bogor, Ini Alasannya
Paris, Dubai, New York, merupakan negara yang pernah menampilkan hasil karya papipupa, lewat gelaran Fashion Week.
“Alhamdulilah video kita sudah mencapai Paris, Dubai, dan New York. Untuk Paris Fashion Week (PFW) itu kita dipercaya oleh IFC, dan juga ikut ke sana untuk mendokumentasikan,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (3/3).
“Kalau New York Fashion Week (NYFW), kita dipercaya oleh designer asal Bandung, Anggia Handmade,” tambahnya.
Menurutnya, kiprah papipupa muncul dampak dari pandemic Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk bekerja di rumah.
“Alhamdulilah baru 3 tahun berjalan, awal terbentuk papipupa di saat pandemi, dan awalnya berdirinya papipupa berawal dari beberapa project freelance, yang sudah tidak berjalan lagi. Pada akhirnya terpikirkan lah kenapa tidak buat production house sendiri seperti itu,” ujar Algit.
Dalam perkembangannya, Papipupa menjadi salah satu PH, yang di percaya oleh Indonesia Fashion Chambers (IFC), selaku organisasi yang membawahi seluruh aktifitas dunia fashion di Indonesia. terkait penyediaan konten dan editing video.
“Awalnya kita sering bikin project sama designer Bandung Deden Siswanto. Dia juga merupakan salah satu art director IFC, dialah yang merekomondasikan kita ke IFC. Setelah beberapa project berjalan, akhirnya kita dipercaya oleh mereka,” terangnya.
Baca Juga:Rotasi Mutasi Bikin Gaduh, Ini Respons Bupati Hengki Tanpa Jaminan, 15 Menit Cair! Pinjol Legal OJK Limit Rp 30 Juta
Dalam hal pembuatan konten, Papipupa sendiri mematok sekitar Rp 10 juta ke atas untuk sekali produksi. Menurut Wildan Ramdani, salah satu penanggung jawab produksi, hal tersebut akan sebanding dengan kualitas yang dihasilkan nantinya.
“Harga akan berpengaruh terhadap kualitas, harga produksian biasanya menyesuaikan dengan jarak & request dari kebutuhan set tempat, lighting & kebutuhan kamera DLL, jadi makanya kenapa kita matok segitu karena dengan nominal segitu kita udah kasih standar yang kita berikan,” ujarnya.
