Cerita Pak Koran yang Nyentrik saat Mengajar hingga Viral di Medsos

Guru Rockstar dengan Kurikulum Merdeka Belajar

 

Pak Koran mendadak viral di media sosial (medsos) karena memiliki karakter unik dan nyentrik saat mengajar. Tak heran banyak netizen yang menonton aksinya tersebut.

 

Akmal Firmansyah, Bandung, Jabar Ekspres

 

“Gajah mati meninggalkan gading, seniman mati meninggalkan karya,” kata Pak Koran begitu murid-muridnya memanggilnya. Seorang guru di sebuah SMP yang berada di Kota Bogor itu viral menjadi buah bibir netizen usai video di akun Tiktok ramai menjadi perbincangan warganet.

Pak Koran ini mendadak viral dan juga menarik perhatian publik lantaran mampu melantunkan lagu-lagu band Indie atau alternatif yaitu punk-rock asal Kota Hujan yaitu The Jansen.

Lewat lagu The Jansen yakni lagu Kau Pemeran Utama di Sebuah Opera, berhasil menebus 18.8 ribu penonton di akun Tiktok @titisan_rockstar yang ia miliki.

Video viral itu mengantarkan Jabar Ekspres bisa mengobrol banyak hal dengan Pak Koran mengenai cerita-cerita seru bagaimana ia mengajar.

Pak Koran, sudah lama melabuhkan diri pada dunia pendidikan. Mulai dari mengajar di tingkat sekolah dasar (SD) hingga mengajar di gedung perguruan tinggi (PT).

Saat ini, dirinya mengajar di satu sekolah tingkat SMP yang berada di Bogor. Menjadi rockstar yang sering ditonton oleh muridnya.

“Awal mula mengajar di tahun 2013, mengajar sanggar kelas vokal sama gitar. Terus di sekolah SD awalnya lama kelamaan mengajar,  kok jadi ngerasa nyaman dan seneng aja di dunia itu,’ katanya.

Pak Koran mengaku senang dengan profesi ini lantaran bisa ketemu anak-anak, teman baru dan pengalaman baru. ’’Yang tadinya juga sama sekali gak nyangka bakal jadi guru. Terus udah berkali-kali juga pindah sekolah dari ngajar SD SMP SMA malah sempat ngegantiin dosen ngajar juga di kampus 1 semester. Hingga akhirnya sekarang ngajar di salah satu SMP di Kota Bogor,” kata Pak Koran, saat dihubungi oleh Jabar Ekspres, Senin (13/2/23).

Video yang viral di Tiktok itu mendorong anak didiknya untuk berkarya. Menurutnya, karena kurikulum merdeka mewadahi kreativitas anak muridnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan