Ekspor Tanaman Hias di Kabupaten Bogor Terjun Bebas, Ini Penyebabnya

BOGOR – Pasca pandemi Covid-19, bisnis tanaman hias di Kabupaten Bogor terjun bebas. Omset dari bisnis tanaman hias ini sempat melonjak saat pandemi.

Rata-rata harian, tanaman hias dari pelaku usaha ekspor se-Kabupaten Bogor bisa mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per bulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Makmur mengatakan, penurunan ekspor tanaman hias dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat di luar negeri sana yang kembali normal.

“Kalau di saat pandemi kan banyak orang work from home, jadi banyak aktifitas masyarakat lebih di rumah, jadi banyak waktu untuk mengurus tanaman, dan pesanan pun tinggi,” ujar Makmur, Kamis (19/1).

Untuk bertahan hidup dari usaha tanaman hias, para petani dan pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor memilih menjual pada pasar lokal yang masih dianggap stabil.

“Penurunannya sampai 50 persen untuk ekspor, makanya mereka memilih pasar lokal dibanding ekspor. Meski harga jualnya berbeda,” katanya.

Makmur berharap, ekspor tanaman hias kembali meningkat. Sebab, keberhasilan ekspor di masa pandemi menjadi contoh dan motivasi bagi pelaku usaha tanaman hias lainnya untuk meningkatkan produktivitas.

 

Di tempat yang berbeda, salah satu petani tanaman hias asal Kecamatan Taman Sari, Fatet mengaku ada penurunan penjualan saat ini.

“Kalau ekspor penghasilan saya bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah,” katanya.

Biasanya, kata dia, pembeli dari negara luar, membeli tanaman hias melalui media sosial Instagram.

“Biasanya kalau orang luar beli kontak ke kami lewat DM Instagram, sekarang mah belum ada lagi yang beli,” pungkasnya. (sfr)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan