Ceres Swasta

 

AnalisAsalAsalan

@AUZ Mungkin karena tidak ada kalimat penerusnya, yaitu “Bagaimana menurutmu?” Sebuah berita bisa dianggap justifikasi oleh pembacanya. Itu mengapa teknik menulis jauh lebih rumit daripada berbicara. Berbicara, apalagi langsung, ada intonasi, mimik, dsb.

 

kusiwan pion

[Intro] Weeheeheehee, dee heeheeheehee, weeoh kawiin mawiinn Weeheeheehee, dee heeheeheehee, weeoh kawiin maween [Chorus] Ka..weein ..ma-wien..kawin-mawin..maweenn ka.win..mawiin kaweenn ….kaweeeiinn..maweennn. Maa-wien..kawiinn… kawiin lagi..mawin kawin ..lagi kawin…mawinn lkawinn… [Verse 1] In the jungle, the mighty jungle The lion sleeps tonight In the jungle, the quiet jungle The lion sleeps tonight – ho, ho!

 

Jimmy Marta

1 1 1 triple one. Hanya dp sayang ibu. Mempercepat yg nunggu kapak naga geni

 

yea aina

Ibarat perasaan sadboy, Perppu CIKER: seorang yang jatuh cinta pada orang yang tepat, cuma nasibnya: di waktu yang salah. Sedih. Melow.

 

Liam Then

Malaysia 2022 masih berkutat dengan stock pemimpin lama, warisan pra krisis 1998. Indonesia sebaliknya sangat dinamis jagad politiknya. Pasca 1998. Pak Habibie, Gusdur, Ibu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi. Dan nanti 2024 tokoh baru akan maju menggantikan. Meskipun ada peluang stock lama cukup besar untuk muncul di 2024, tetapi stock lama ini cukup lumayan, cukup “maverick” seperti julukannya di kala muda, manuvernya menghasilkan 2 lusin Rafale, pesawat jet tempur generasi 4.5. Mental sangat kuat, kita sudah lihat. Pantang mundur. Semoga bukan cuma tipe Yes Bos, yang cuma terima laporan bawahan yang suka mundak- munduk. Tetapi tipe seperti Bos yang itu, yang tak terima bawahan kerja gak pakai akal, yang kerjanya “selembe” kata orang melayu Pontianak. Juga dalam laporan kerjanya suka “merampot” Hasil Z lapor A. Analisa saya, tipe bawahan seperti inilah yang bikin Pak Prabowo kalah pemilu kemarin. Bukan lagi bola api yang mereka sering lemparkan ke atasan, tapi bom molotov dan saudara-saudaranya. Pak Prabowo ini meskipun stock lama, saya perhatikan semangat dan keseriusannya ,seperti ber-aura baru. Sebenarnya ada banyak tokoh muda Indonesia yang brilian secara pemikiran ,tangkas dan lugas dalam bersikap. Tapi sayang masih dianggap petugas. Padahal tokoh–tokoh muda ini sudah membuktikan, sebagai kopral yang tahan peluru di pemilu kemarin, “vanguard” yang perkasa dan berani di frontline. Apakah mereka sedang -bidding their time-, sedang manuver “maverick” ala Pak Prabowo?

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan