Belajar Menulis Cerita Sehari-hari

Editor:

Oleh Tuti Kartika, M. Pd

 

MENULIS cerita yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang mudah dilakukan. Apalagi jika belum terbiasa menulis. Sebab, dalam menulis ada keterlibatan emosional yang cukup tinggi. Sehingga, dibutuhkan belajar menulis keobjektifan dalam tulisannya.

Belajar Menulis bagi seorang penulis, khususnya perempuan, dapat dimulai dari menulis cerita tentang pengalaman yang dialalami sehari-hari. Namun, untuk menulis itu dibutuhkan keberanian dan mental yang kuat. Butuh pengolahan emosi dan pengendalian pikiran yang sangat baik, dari kecenderungan perasaan yang mendominasi.

Dalam Belajar Menulis Penulis harus terus melatih nalarnya secara rutin agar bisa menulis dengan objektif. Sehingga dapat menghasilkan tulisan yang menarik untuk dibaca dan menjadi inspirasi positif untuk lingkungan sekitar.

Sebagai contoh, di lingkungan sekitar kita cukup banyak ditemui seorang pembicara, tetapi cukup sulit menemukan penulis. Alasan itulah yang menuntun saya terus belajar membuat tulisan.

Ide tulisan diambil dari orang-orang sekitar yang bercerita tentang apa yang dialaminya saat itu. Saya rekam dalam ingatan untuk kemudian ditulisan dalam sebuah tulisan. Jadi, jika dibilang susah menemukan ide untuk menulis, sepertinya kurang tepat.

Ide itu sebenarnya seperti ilalang di luaran sana yang tumbuh dengan liar dan datang dengan sendirinya. Tapi tetap tergantung pada kepekaan kita dalam menangkap setiap moment yang datang dalam kehidupan.

Ada juga yang bercerita tentang kebingungan dalam menentukan judul ketika hendak menulis. Sebenarnya, masalah itu bisa diselesaikan dengan beberapa cara yakni; biarkan tulisan tanpa judul dahulu. Fokuskanlah pada keinginan untuk menulis suatu masalah atau tema yang ingin segera dituliskan.

Tulislah apapun yang ada dipikiran atau hati kita, tanpa memikirkan teori atau apapun aturan yang ada di kepala saat kita ingin mulai menulis. Jika kita sudah merasa puas dengan segala ganjalan di hati dan pikiran, baru kita baca ulang tulisan kita berkali-kali, sampai kita menemukan sebuah titik yang menjadi garis besar dari tulisan itu.

Renungkan kalimat efektif yang tepat untuk membuat judul. Pilih kata yang dapat menarik perhatian pembaca. Ada beberapa syarat membuat judul sebuah tulisan. Namun, tidak akan dibahas dalam tulisan ini.

Selain sulit menemukan ide, susah menentukan judul, ada juga masalah yang muncul dalam menulis, yaitu mandeg di tengah jalan setelah mencoba menulis. Hal ini biasa terjadi dalam dunia kepenulisan. Tiba-tiba kehabisan kata-kata untuk meneruskan tulisan, tidak tahu harus mengakhiri seperti apa tulisan kita.

Kesulitan ini bisa kita atasi dengan rehat sejenak. Biarkan tulisan kita dan pergilah mencari ketenangan, kenyamanan, keindahan dahulu, atau pergi dengan teman hanya sekedar untuk minum kopi.

Bisa juga jalan-jalan sendiri untuk merefresh kembali otak kita. Setelah merasa segar, jangan biarkan pekerjaan tulisan tadi terbengkalai karena lama dibiarkan. Sebab, hal itu akan membuat kita lupa pada tulisan yang belum selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *