3 Analogi Sederhana Eksistensi Diri Mu’min Dalam Segala Kondisi Kekuasaan

Yang dimaksud dari judul tulisan ini adalah bagaimana sikap seharusnya seorang Mu’min mengaktualisasikan dan menjaga iman. Hal itu  merupakan sesuatu yang paling berharga bagi diri seorang Mu’min.

Jika terlibat atau berhadapan dengan KEKUASAAN atau KEpemimpinan,  yang mempunyai keKUAtan yang Sifatnya Absah, memiliki legalitas formal Atau yang disebut dengan Negara.

Dimana didalamnya ada sistem pemerintahan yang berlaku dengan berbagai macam perangkatnya.

Disebutkan jika terlibat didalamnya atau berhadapan artinya jika diberi amanah untuk menjalankan pemerintahan atau malah sebaliknya.

Lalu apa yang harus dilakukan atau bagaimana mengambil sikap dalam mengaktualisasikan atau memelihara dan menjaga keimanan…???

Karena sunnatulloh, jika KEKUASAAN adalah bagian dari dakwah yang harus ditegakkan maka sekurang-kurangnya akan mengalami salahsatu dari 3 kemungkinan dalam penegakannya karena KEKUASAAN ini selalu jadi rebutan, karena memang sangat vital kedudukannya dan sangat besar akibatnya.

3 kemungkinan tersebut yaitu :

1. Menjadi pemenang
2. Seri atau sama kuat
3. Mengalami kekalahan/ dikuasai

Dan karena dakwah adalah bagaimana menegakkan hal-hal atau perkara yang berkaitan dengan keimanan kepada Alloh SWT, maka lawan saingan dari perebutan KEKUASAAN adalah mereka yang menolak keimanan atau tidak peduli dengan keimanan

Karena ada 3 kemungkinan kondisi seperti disebutkan diatas, maka ada 3 sikap pula bagaimana seorang Mu’min dalam mengaktualisasikan dan menjaga imannya.

1. Kondisi menjadi pemenang yaitu..

POsisi yang sangat diHarapkan yaitu ketika Own the power atau memiliki kekuasaan secara legal formal memimpin Negara atau apapun itu namanya yang dengan itu dapat sepenuhnya mengatur RItme pemerintahan Negara DAN semua Geraknya dalam BERBUat untuk negara Agar semua berjalan dengan Harmonis artinya tercipta keadilan, kedamaian, kemajuan dan kesejahteraan.

Maka harus bersikap seperti POHON RINDANG BERBUAH…

– Mengayomi siapapun dan apapun yang mau berlindung dibawahnya..
– Memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan perlindungan keteduhan dan buah-buah terbaik
– Tunjukan bahwa dengan iman ini seorang Mu’min benar-benar menjadi Rahmatan Lil ‘Aalamiin seperti yang telah dicontohkan oleh Rosuululloh Muhammad SAW…


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *