3 Analogi Sederhana Eksistensi Diri Mu’min Dalam Segala Kondisi Kekuasaan

2. Kondisi Seri atau sama kuat yaitu ketika…

LEgalitas formal negara dikuasai bersama dengan pihak yang tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan keimanan kepada Alloh SWT dalam menjalankan pemerintahannya bahkan sangat diBatasi sehingga Harapan tegaknya keadilan seutuhnya sangat kecil, atau ketika berada dibawah kekuasaan mereka namun masih ada peluang AKtualisasi diri baik secara individu maupun berjama’ah dengan Iman sebagai Formatnya bisa dilakukan.

Bersikaplah seperti LEBAH AKTIF
Seperti kita ketahui bahwa LEBAH adalah serangga yang LEmbut tapi berBAHaya…
LEmbut karena tidak pernah merusak bunga jika hinggap untuk mengambil sarinya, tapi berBAHaya karena memiliki sengat yang sangat menyakitkan bagi siapapun yang berani mengganggunya.
Dan sangat AKTIF menjalankan tugas-tugasnya.

Jadi dalam kondisi seperti ini, seorang Mu’min seharusnya :

– Tetap aktif terus menebar kebaikan dengan segala potensi yang Alloh SWT titipkan
– Jangan diam saja ketika nilai-nilai dan sendi-sendi keimanan ada yang mengganggu seperti halnya LEBAH yang akan menyengat jika diusik.

3. Kondisi Mengalami Kekalahan/ dikuasai, yaitu ketika…

Intimidasi terjadi bahkan Kekerasan yang sangat berbahaya Atas keselamatan Nyawa Dengan Intens bahkan massif diLAkukan oleh pemegang legal formal kekuasaan Untuk hentikan dan Tundukkan segala Aktifitas yang berdasarkan iman kepada Alloh SWT yang dilakukan baik secara individu maupun berjama’ah …

Bersikaplah seperti IKAN DI LAUTAN, yang walaupun air tempat hidupnya adalah air asin, tetapi dirinya tidak ikut menjadi asin.

Kondisi ini menuntut seorang Mu’min sekurang-kurangnya harus menjaga beberapa hal :

– Tetap husnuzhon kepada Alloh SWT bahwa segala yang terjadi adalah yang terbaik yang Alloh SWT takdirkan
– Menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang dapat membuat sesat paham dan lindungi dari paham-paham sesat
– Istiqomah dalam amal sholeh sekecil apapun.
– Bangun dan tetap jaga ukhuwwah dengan sesama Mu’min.

Itulah kiranya Eksistensi Mu’min Dalam Segala Kondisi Kekuasaan, yang seharusnya apapun yang terjadi tetap terjaga keselamatan diri dan keluarga dari rusak atau bahkan hilangnya keimanan sebagai modal dasar yang sangat penting agar bahagia hidup di dunia dan akhirat.

Wallohu A’laam

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *