JabarEkspres.com, BOGOR– Untuk mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat, Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) menggelar pelatihan menjahit di beberapa wilayah yang ada di Jawa Barat, di antaranya Cianjur, Sukabumi, Karawang, Bekasi, Bogor dan Bandung.
OPGI yang selalu aktif dalam membantu kegiatan pemerintah salah satu menjadi wadah yang fokus dalam pelatihan menjahit dan mengurangi angka pengangguran.
“Pelatihan ini juga salah satu program dari kementerian perindustrian melalui Balai Diklat Industri (BDI) dengan target kouta 100 orang untuk setiap pelatihan,” kata Ketua DPD OPGI Kabupaten Bogor Aries Sunan kepada Jabar Ekspres, usai memberikan sertifikat pelatihan di wilayah Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Selasa 27 September 2022.
Baca Juga:Budidaya Jamur Tiram Pemuda di Bogor Raup Untung Puluhan Juta Setiap Hari20 Tahun Mengais Rezeki di Atas Lahan Pemkot Bogor, Sejumlah PKL Meringkih Lapaknya Digusur
Pelatihan Menjahit ini sudah dilakukan OPGI selama lima kali untuk wilayah Kabupaten Bogor salah satunya di Kecamatan Sukamakmur yang sudah beranjak tiga angkatan.
Tak hanya pelatihan saja yang diberikan oleh OPGI kepada para peserta akan tetapi mereka menjamin setelah pelatihan langsung ditempatkan di perusahaan untuk bekerja.
Saat ini OPGI sudah berkerjasama dengan puluhan perusahaan garmen yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodetabek)
“Jadi ketika perusahaan membutuhkan pekerja dengan jumlah yang ditentukan OPGI sudah siap, ketika meraka sudah dilatih kita tinggal menempatkan saja artinya bukan cuman janji,” tambahnya
Selain itu, OPGI juga memberikan pendampingan hukum untuk para peserta yang nantinya ditempatkan pada perusahaan-perusahaan garmen mulai dari pendamping gaji yang tak sesuai hingga permasalahan yang lainnya.
Sementara itu, ditempat yang sama Dewan Pembina OPGI Kabupaten Bogor Ansori Setiawan mengungkapkan kegiatan yang dilakukan hari ini itu merupakan pemberian dan sekaligus pelepasan peserta didik operator selling.
” Kegiatan ini kami adakan untuk membantu warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur untuk mengurangi pengangguran dan juga mengurangi angka kriminal dikalangan pemuda,” kata Ansori Setiawan
Baca Juga:Dinkes Jabar Surati Kemenkes Soal Krisis Vaksin MeningitisArti Kode 323, 599, dan 4646 Viral di TikTok, Simak Penjelasannya di Sini, Waspadalah Para Perempuan!
Pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi angka kriminal di kalangan masyarakat, karena setelah pelatihan mereka akan mendapatkan pekerjaan sehingga jauh dari hal hal yang bersifat negatif.
“Banyak kejadian di Sukamakmur salah satunya kenakalan remaja, saya yakin kalo pemuda-pemudinya sudah memiliki skill dan bekerja di pabrik garmen akan mengurangi kenakalan remaja,” tungkasnya
