Cara Mentalqin Orang yang Sakarotul Maut Sesuai Sunah, Jangan Sampai salah

Cara Mentalqin orang yang menjelang ajal sesuai dnegan sunah. (pixabay)
Cara Mentalqin orang yang menjelang ajal sesuai dnegan sunah. (pixabay)
0 Komentar

JABAREKSPRES.COM – Mungkin masih ada yang kurang familiar dengan istilah Talqin. Talqin secara spesifik berarti membimbing seseorang yang sekarat untuk bersyahadat. Dalam artikel ini akan bijelaskan cara mentalqin orang yang akan meninggal sesuai dengan sunah.

Hal ini didasarkan atas tuntunan Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri:

لقنوا موتا كم لا إله إلا الله

Talkinlah seorang yang “wafat” di antara kalian dengan kalimat “La ilaha illallah” (HR. Muslim).

Baca Juga:Anggota Brimob Bentak Wartawan, Ancam Usir Keluar Bila Tidak bisa TertibLink Resmi Pendataan Tenaga Non ASN dari Badan Kepegawaian Negara, Honorer Perhatikan Pengumuman ini

Talqin dilakukan untuk seseorang yang sedang sekarat. Hal tersebut berdasarkan Hadis Nabi Saw di mana Beliau bersabda:

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga” (HR. Abu Dawud).

Salah satu tanda seseorang mendapatkan husnul khatimah dan mendapatkan surga, maka sunnahnya adalah kita mentalqin sebelum orang tersebut wafat, tujuannya agar mau mengucap kalimat tahlil sebelum menghadap Allah

Menurut Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Arifudin, yang juga seorang dokter, mengungkapkan bahwa tidak mudah mengucap kalimat Laa ilaha illallah di saat sekarat.

Hal ini tentu saja tergantung amal ibadah yang dilakukan selama sehat wal afiyat. Lebih dari itu, keluarga terdekat harus menemani anggotanya yang sedang dalam keadaan kritis. Dengan hadirnya keluarga, sedikit banyak pasien akan terbantu mengucap kata-kata yang baik seperti ucapan syahadat.

“Mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah di kala sekarat jangan dikira mudah. Penelitian menyebutkan bahwa pasien yang bisa mengucap kalimat itu tidaklah banyak, justru lebih banyak yang berteriak. Makanya kita harus mendampingi keluarga kita tatkala sekarat,” ujar Arifudin, dilansir dari Muhammadiyah.or.id.

Talqin dilakukan untuk mengingatkan orang yang akan meninggal dunia terhadap sesuatu yang dapat menolak gangguan setan. Karena setan akan mendatangi orang yang akan meninggal dunia dalam rangka untuk merusak akidahnya.

Baca Juga:Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan Besok, Begini Kondisinya SekarangKPK Geledah Rumah Rektor Unila, Berhasil Amankan Rp2,5 Miliar

Mentalqin orang yang akan meninggal dunia cukup sekali saja, tidak perlu diulang-ulang kecuali apabila setelah di-talqin dia mengucapkan kalimat yang lain maka hendaknya diulang sekali lagi agar akhir ucapannya adalah kalimat syahadat.

Imam Al Qurthubiy berkata: “Apabila seorang yang akan meninggal dunia telah membaca ‘Laa Iaaha Illa Allah’ satu kali maka tidak perlu diulang lagi”.

0 Komentar