Irman juga bercerita bahwa ia dulu kerap harus melayani pelanggannya secara manual, termasuk dalam pembelian produk virtual seperti pulsa dan token listrik. Hal ini dirasanya cukup memakan waktu.
“Sekarang semuanya bisa saya lakukan secara cepat dan mudah lewat aplikasi Mitra Bukalapak. Untuk belanja stok barang di warung, saya juga tidak perlu tutup warung karena tinggal pesan lewat aplikasi. Saya jadi bisa melayani lebih banyak pelanggan dan mendapat pemasukan lebih banyak. Dulu saya bisa mendapat sekitar Rp50 sampai 60 juta per bulan. Sekarang, dengan jualan produk-produk virtual dan barang kebutuhan sehari-hari, saya bisa dapat sampai Rp 200 juta per bulan”, ucapnya.
Senada dengan Irman, Kustini, atau yang akrab dipanggil Mamah Dea. Mengatakan melalui niat mencari penghasilan tambahan, dirinya yang dahulu berjualan pakaian secara door-to-door ini mulai membuka bisnis warungnya di tahun 2013.
Baca Juga:Persib Siapkan GBLA jadi ‘Kuburan’ Bali UnitedBandung Termasuk Kota dengan Kategori Kemiskinan Ekstrem
“Saya buka warung di garasi rumah saya yang dahulu belum ada mobilnya. Sekarang mobilnya sudah ada,” tuturnya.
Mamah Dea mengatakan, dia menjual barang kebutuhan sehari-hari serta layanan isi pulsa kepada pelanggannya.
Ketika bergabung dengan Mitra Bukalapak di tahun 2018, Mamah Dea merasakan kemudahan menjual pulsa melalui aplikasi Mitra Bukalapak. Resiko kerugian yang kerap terpaksa ia tanggung saat berjualan pulsa secara manual bisa diminimalisir dengan cara baru ini.
Apalagi sebagai anggota komunitas Juwara, Mamah Dea bisa mengikuti berbagai program seru seperti kompetisi berhadiah yang membuatnya semakin semangat berjualan.
Kehadiran Mitra Bukalapak di usaha warung Mamah Dea tidak hanya membawa manfaat bagi dirinya, tapi juga masyarakat di sekitarnya.
Sejumlah orang yang memiliki pengetahuan serta akses terbatas ke fasilitas perbankan memilih untuk memanfaatkan layanan pengiriman uang, pembayaran virtual, penarikan tunai dan lain sebagainya di warung Mamah Dea, menjadikannya agen inklusi finansial di lingkungannya.
“Alhamdulillah, perputaran uang saya jadi lebih cepat sehingga omset harian saya meningkat hingga 3 sampai 4 kali lipat sejak ada berbagai produk dan layanan ini”, ucapnya.
Baca Juga:Dorong Percepatan Mobilitas Rakyat, Komisi III DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Jalan Masuk Program PrioritasBBM Bersubsidi Direncakan Naik, Wagub Jabar Imbau Masyarakat untuk Tidak Terjadi Gejolak
Mitra Bukalapak sendiri merupakan lini bisnis o2o milik Bukalapak dengan perkembangan yang positif, sekaligus penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Di kuartal kedua tahun ini, Mitra Bukalapak berkontribusi terhadap 48% Total Processing Value (TPV) Bukalapak.
