Singgung Mahfud MD, Fadli Zon: Drama Kasus Brigadir J Mengalahkan Bollywood

JabarEkspres – Kasus Brigadir J belum berakhir. Penyelidikan terus dilakukan. Timsus tetap melakukan pendalaman untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dari kasus ini.

Nama-nama tersangka baru sudah terungkap. Setidaknya hingga sekarang timsus besutan Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu sudah menetapkan empat orang tersangka.

Adapun salah satu tersangka baru yang telah ditetapkan adalah sang ajudan Brigadir J itu sendiri, yakni Ferdy Sambo.

Kendati demikian, publik masih mempertanyakan motif sebenarnya dari pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J itu.

Belum lama ini publik dibuat heboh oleh pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang mengatakan bahwa motif dari kasus ini bersifat sensitif.

Namun, Mahfud MD tidak menjelaskan motif sensitif itu secara lebih gamblang. Pernyataanya tersebut lantas membuat publik mengeluarkan banyak spekulasi dan kegaduhan.

Pernyataan Mahfud MD itu seketika mendapatkan komentar dari seorang politikus kawakan, yakni Fadli Zon.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu melemparkan komentar yang menohok.

“Pak @mohmahfudmd, drama ini sudah terlalu panjang, dengan cerita yang berubah-ubah dan mengejutkan. Peran antagonis dan protagonis silih berganti. Kalah film India,” cuit Fadli Zon di akun Twitter pribadinya, Rabu (10/8/2022).

Mahfud MD membenarkan komentar tersebut. Pengungkapan kasus ini terus dilakukan dan oleh karena itu banyak hal terjadi.

“Ya, memang. Makanya kita bongkar dan sudah terbongkar,” jawab Mahfud MD.

Hal yang tetap menjadi perbincangan adalah motif di balik pembunuhan berencana Brigadir J itu sendiri.

Dalam keterangan terbaru timsus, yang disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, motif dari kasus pembunuhan berencana ini masih dilakukan pendalaman.

Artinya, pihak penyidik hingga sekarang masih belum menemukan motif yang menjadi motor kasus penembakan Brigadir J ini.

Di satu sisi, skenario dari kasus pembunuhan Brigadir J ini telah berhasil diungkap pihak penyidik.

Tentunya hal tersebut pun sangat mengejutkan. Sebab, temuan menyatakan bahwa sama sekali tidak ada peristiwa baku tembak sebagaimana narasi sebelumnya yang beredar.

Peristiwa yang merenggut nyawa Brigadir J itu merupakan penembakan. Pertama, Bharada E merupakan eksekutor penembakan, dua tersangka lain berperan sebagai pemantau rencana pembunuhan, kemudian Ferdy Sambo berperan untuk memantau skenario yang ia rencanakan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan