Varian Siluman

 

Muin TV

Pak Dahlan ternyata ketinggalan juga ya. Holywood sudah membuat filmnya. “DEATH BODY THE BODYGUARD’S” Saya sendiri gak pernah nonton. Cuma baca sinopsisnya di Mbah Google.

 

Devie Linggar

Saya emak2 dgn otak yg pas2an beda dgn bapak2 yg rajin komen yg selalu menuntut abah utk mengulas setiap kejadian viral d negeri ini pdhl kan sudah banyak pihak lain yg akan mengulas dan memberitakan, tapi mgkn bapak2 dsni terlalu ngefans sama abah jadi hny pemikiran abah saja yg selalu ditunggu2 dan dijadikan penilaian. Jujur sbg emak2 saya lebih seneng abah mengulas perjalanan pribadi abah dan apa yg abah dapat dari pengalaman pribadinya. Apalagi klo terkait sisi lain luar negeri duh rasanya menambah pengetahuan sekali. Tapi akhir2 ini yg diulas jadi mainstream kan sesuai permintaan khalayak ramai pdhl sudah viral ga perlu bnyk2 dibahas nanti juga ketahuan muaranya. Sori, lagi kangen abah traveling and story telling.

 

Mbah Mars

Saya kira banyak orang yang punya imajinasi seperti konten dalam TikTok itu. Hanya saja, seperti kata Anah saat me ulis tentang Ade Armando. Bahwa tidak semua yg dipikirkan itu harus diungkapkan. Saya sendiri juga mikir seperti Yogyasmoro itu. Hanya, saya tidak berani seperti dia.

 

DeniK

Fiksi atau menggiring opini. Pun ada disclaimer. Tapi cerita ini di buat sekarang ketika ada kejadian. Beda soal kalau cerita itu di buat bulan Juni ,Haqul yakin itu 100% fiksi.

 

Giyanto Cecep

cerpen ” Langit Makin Mendung ” karangan Ki Panji Kusmin yang dimuat di Majalah Sastra 8 Agustus 1968, apakah termasuk single image ?… kalau iya .. ya cerpen ini juga sangat menggegerkan ” dunia islam indonesia ” .. protes penodaan agama marak dimana-mana .. juga oleh para sastrawan yang kontra. Kasus ini juga sampai ke pengadilan. Single Image yang digambarkan di status DI way diatas terlalu kasar dan vulgar.

 

Kurniawan Roziq

Pak DI pasti punya kenalan dari bidang militer , terutama pasukan khusus , bikinlah cerita imajiner dari informasi tersebut , sehingga kami bisa ber imajinasi apa yang terjadi di rumah tersebut , seperti Pak Jokowi mendapt infomasi A1 , sehingga sampai perlu bikin statement dua kali

 

Er Gham

Penasaran. Akhirnya buka youtube. Nonton single image yang dibahas Abah. Menarik. Di masa depan, nulis cerpen mungkin bentuknya seperti single image ini. Serasa buat film sendiri.

 

ibul daful

Tadinya ingin mengorbankan prajurit demi kehormatan jendralnya. Kini apakah institusi polri bisa menjaga nama baik tanpa harus mengorbankan jendralnya? Sulit sepertinya. Opini masyarakat kini seperti single image itu. Mirip tapi tidak sama.

 

Udin Salemo

Membaca kalimat “adil sejak dalam pikiran” saya jadi teringat buku karangan Kwik Kian Gie berjudul Pikiran yang Terkorupsi. Kata Beliau dalam buku itu korupsi merajalela di Indonesia karena pelakunya “sudah korupsi sejak dalam pikiran.”

Mirza Mirwan

Saya termasuk orang yang, dalam kata-kata Pak Pramudya Ananta Toer, bersikap “adil sejak dalam pikiran.” Itulah kenapa saya sebisa mungkin menghindari berprasangka buruk kepada seseorang. Itu pula kalau ada tulisan yang bernuansa hoaks biasanya tidak saya teruskan membacanya. Saya sudah membaca (melihat) tulisan Yogyasmoro itu kemarin, tetapi hanya sekitar 20-an detik dan tidak saya teruskan. Meskipun disebut cerita fiksi, unggahan Yogyasmoro itu sangat tendensius. Yogyasmoro menyebutnya “inspiratif”. Saya telusuri ke socialblade.com. ternyata kanal Yogyasmoro itu dibuka tgl. 28 Mei 2020. Tetapi Youtube kelihatannya bingung, kanal itu masuk ke kategori apa. Soalnya Yogyasmoro membuat konten gado-gado. Ada “art and draw” yang terdiri atas 11 video, dua di antaranya telah dihapus. Ada konten “motivasi” yang terdiri 18 video. Kedua “kategori” itu nggak laku, hanya ditonton sedikit orang. Baru belakangan ada “news berita” berisi 11 video, semuanya tentang kasus Duren Tiga, termasuk yang katanya “cerita fiksi inspiratif” itu. Yogyasmoro pantas berterima kasih pada Pak DI, karena cerita fiksi yang diunggahnya dijadikan tulisan di Disway. Dan penontonnya naik drastis. Kemarin sore baru 2000-an views, barusan saya tengok udah 3500-an.

 

agus budiyanto

Perintahkan Susno Danuaji, Ito Sumarsono dan Napoleon untuk melakukan pengusutan, tidak sampe seminggu sudah selesai, hasilnya memuaskan.

 

Liam Then

Komentar terkait topik : Timbangan keadilan tak boleh selalu di ganduli beban. Doyong kelamaan. Kekanan atau kekiri. Lama-lama bisa jadi rusak dan tak terpakai lagi. Masih banyak yang harus di timbang. Antri. The mountain is there. The road is there. Why bicker on the crossroad. Walk the road. So we might would be there. Bickering at the crossroads Make the wind laughs Rustling the leaves giggles At me ,you and everyone else. Because the mountain is still there. Waiting. The roads still there. Laying. —-The Zen of Nonsense—

 

Jimmy Marta

Saya yakin jika single image ini sebagai karya sastra. Ini adalah ungkapan pribadi pembuatnya. Jika idenya dari pengalaman ataupun kejadian disekitarnya. Lumrah saja. Dibuat berupa audio visual oleh yogyaswara. Itu juga biasa. Bila hasil olah pikiran, perasaan, atau keyakinan sipembuat terasa penuh pesona itu jelas kelebihan nya. Banyak karya sastra seperti ini. Yg ide nya dari kejadian nyata. Dalam bentuk novel, puisi, lagu, filem, lukisan dan karikatur. Kadang diceritakan serius, kadang dibuat ditampilkan dalam sitkom. Kalau single image ini jadi viral tentu mudah dimengerti. Karena ada peristiwa yg menjadi pusat atensi. Ada rasa penasaran masarakat akan apa yg sebenarnya terjadi. Jadi banyak yg memproduksi untuk mengisi keingintahuan ini. Kita berharap kasus duren tiga ini segera terungkap kebenarannya. Agar atensi masarakat tidak diisi isu liar, cerita ngarang dan imajinasi halusinasi.

 

Aji M Yusuf

Permasalahan yang di hubung-hubungkan dengan kawin lagi itu menarik, tapi saran saja baca buku “historia de ma vie” dulu. Kalau buku ini di give away saya mau baca wes.

 

Agus Suryono

“KEBENARAN” SINGLE IMAGE DARI (KOMJEN) YOGYASMORO Kesuksesan penyidikan dan penyelidikan dari peristiwa yang RUMIT, kadang bisa terbantu dari IMAJINASI para penyidik, berdasarkan fakta awal yang minim. Selanjutnya penyidikan dilanjutkan dengan mencari fakta lain, dengan dituntun oleh fskta lain yang ditemukan kemudian, yang dicari melalui imajinasi penyidik. Bisa jadi kumpulan dari fakta tambahannya benar mendekati imajinasi, tapi bisa jadi, sama sekali beda dan tak terduga. Tanpa mengembangkan imajinasi, mungkin keberhasilan penyidik menyingkap peristiwa akan rendah. Kalau single image garapan Yogyasmoro benar, pantaslah kalau netizen memberikan pangkat kehormatan kepadanya: KOMJEN.

 

Suwito Intarso

Orang Jawa bilang “Kendel amarga duwe pinyandel” Orang berani pasti punya sesuatu yang diandalkan. Pembuat *single image* pastinya bukan orang sembarangan. Tentunya sudah diperhitungkan segala konsekuensi dari hal tersebut. Semakin menarik menanti kelanjutan dan ending drama kehidupan ini.

 

Rachmat Yu

Saya penasaran dengan konpers awal kasus ini. Cerita sepihak itu sumbernya darimana? Narasi yang terus menerus d ulang-ulang oleh media. Yang kebenarannya semakin d ragukan. Apakah sumber berita awal tersebut bisa d jerat UU ITE karena menyebarkan berita hoaks?

 

Denny Herbert

yogyaswara berasal dari dua kata, yaitu “yogya” dan “swara”. Kata “yogya” bermakna becik, sementara “swara” berarti swara atau ucapan, maka yogyaswara bisa diartikan bunyi yang bagus atau indah.

 

Jimmy Marta

Sopir tempat duduknya terbatasi. Setir, tongkat gigi, breaker handle. Cuma penumpang nya yg mudah bergeser, mendekat. Kadang ini malah jd rejeki….hihi

 

Arala Ziko

apes banget si sopir, pelajaran buat sopir sopir lainnya yg melayani pejabat setingkat itu, harap jaga jarak ya

 

Probio Indonesia

Pagi ini saya lebih tertarik menanggapi tulisan pak pry yang menurut saya offside, terlepas saya tidak tahu agamanya pak pry apa. Kalau muslim saran saya mari kaji lagi pengetahuan keagamaan dari berbagai buku dan referensi. Kalau bukan muslim maka saya berharap anda berhenti menulis tentang kajian agama Islam yang anda belum memahami secara komprehensif. Perlu berbagai kajian yang harus anda lewati sebelum anda berpendapat dan itu pun anda tidak bisa meng-klaim tulisan anda paling benar. Tanggapan saya sebagai muslim. 1. Semua pengikut agama saya yakin bahwa kitab suci yang dimiliki adalah benar karena sumbernya dari Allah/tuhan. Dalam hal ini saya meyakini Alquran adalah kitab suci yang terjaga, baik lafadznya atau pemahaman maknanya, tidak lekang karena perubahan zaman dan waktu. Diskursus pemahama. Al-Qur’an sangat menarik mengikuti perkembangan zaman meski qowaidus syariah tentang kuwajiban sebagai seorang muslim tetap sama sampai akhir zaman. 2. Tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Apakah seorang raja? Atau seorang nabi. Tanggapan saya, di Alquran beliau adalah seorang rasul dan sekaligus raja. Daud adalah ayah bagi Sulaiman. Mengenai kitab suci lain membahasnya misalnya di taurah, Zabur atau di Injil dan ada sedikit perbedaan itu silahkan, kami menghormati. Bagi kami sebagai muslim Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir. Sekali lagi saling menghormati. 3. Tentang nabi Isa, sebagai muslim saya percaya apa yang ada di Al-Qur’an dan di lengkapi dengan dasar hadits nabi

 

Waris Muljono

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.