BI Perkuat Strategi Stabilitas Rupiah, Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

rupiah
Ilustrasi stabilitas rupiah untuk jaga momentum pertumbuhan ekonomi. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat berbagai kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan bahwa penguatan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu fokus utama bank sentral.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali, tetapi juga menciptakan iklim yang kondusif bagi aktivitas ekonomi.

Baca Juga:Tarif Nol Persen Buka Peluang Baru, Ekspor Tuna Olahan Indonesia ke Jepang Berpotensi MelonjakPemkab Tasikmalaya Siap Bawa Batik Sukpura Go Internasional

“Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” kata Erwin dikutip dari ANTARA, Rabu (29/7).

Erwin juga menyampaikan, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan.

“Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrument moneter lain juga dipertajam,” sambung Erwin.

Menurut Erwin, BI kini tidak hanya mengandalkan instrumen suku bunga acuan, tetapi juga mengoptimalkan berbagai instrumen moneter lainnya agar respons kebijakan menjadi lebih efektif menghadapi tantangan global.

Salah satu strategi yang terus diperkuat adalah penerapan triple intervention di pasar valuta asing, yang mencakup transaksi di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

Selain itu, BI juga mengoptimalkan pemanfaatan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas swap dan DNDF hedging guna menjaga stabilitas rupiah sekaligus menarik aliran modal asing.

Di sisi likuiditas, BI memastikan kondisi pasar uang dan sektor perbankan tetap terjaga. Posisi SRBI disebut berada dalam tren yang semakin terkendali sehingga penerbitannya ke depan akan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas serta upaya memperkuat stabilitas nilai tukar.

Baca Juga:Pengemudi Pikup yang Ngamuk Usai Terjun ke Kebun Teh Sampaikan Permintaan Maaf dan Akui KhilafQRIS Cross Border Makin Luas, UMKM Berpeluang Raup Transaksi Wisatawan Asing

Tak hanya fokus pada stabilitas, BI juga terus mengarahkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui penguatan implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bertujuan memperbesar pembiayaan bagi sektor-sektor prioritas.

Kebijakan tersebut juga dibarengi dengan penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar penyaluran kredit dan pembiayaan kepada dunia usaha menjadi lebih efektif.

0 Komentar